Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

APOSISI DALAM KALIMAT PADA ARTIKEL LAPORAN UTAMA MAJALAH TEMPO DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI MATERI AJARKEBAHASAAN TEKS ARTIKEL DI SMA Bondan Prakoso; Mursia Ekawati; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum lengkapnya bahasan aposisi dalam materi ajar buku teks bahasa Indonesia di SMA kelas XII dan bervaratifnya penggunaan aposisi dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan aposisi yang terdapat dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo dan menghasilkan materi ajar kebahasaan teks artikel yang berupa aposisi untuk SMA kelas XII. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data bersumber dari artikel laporan utama majalah Tempo versi digital dari edisi 5 Januari sampai 29 Juni 2019. Objek penelitian ini berupa aposisi. Data penelitian berupa kalimat yang termasuk ke dalam jenis aposisi. Data disediakan dengan metode simak dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan, yaitu metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) sebagai teknik dasar dan teknik lesap sebagai teknik lanjutan. Berdasarkan analisis dan pembahasan, didapatkan hasil penelitian. Pertama, dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo edisi 5 Januari-29 Juni 2019, ditemukan enam jenis aposisi. Enam jenis aposisi dalam kalimat yang ditemukan diperinci: (1) aposisi penuh, (2) aposisi sebagian, (3) aposisi sejajar, (4) aposisi bertingkat, (5) aposisi mewatasi, dan (6) aposisi takmewatasi. Kedua, hasil penelitian yang berupa aposisi dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo dapat diimplementasikan sebagai materi ajar kebahasaan teks artikel pada KD 3.11 menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah di SMA kelas XII.Kata Kunci: aposisi, laporan utama, majalah Tempo, teks artikel, materi ajar
PENDEKATAN MIKROSTRUKTURAL DAN MAKROSTRUKTURAL PADA ALBUM LAGU “BEST OF THE BEST” KARYA EBIET G. ADE SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Khamimah Khamimah; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kohesi gramatikal dan leksikal, konteks situasi dan sosial budaya, serta bentuk bahan ajar kohesi gramatikal dan leksikal pada album lagu “Best of the Best” karya Ebiet G. Ade. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode simak dan teknik catat. Adapun metode analisis data yang digunakan menggunakan metode agih dan padan, serta teknik BUL (Bagi Unsur Langsung). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis mikrostruktural terdapat pengacuan, penyulihan, pelesapan, perangkaian, pengulangan, padan kata, lawan kata, sanding kata, dan kesepadanan. Adapun analisis makrostruktural pada album tersebut mengandung konteks situasi dan sosial budaya sebagai berikut: (1) Lirik lagu Untuk Kita Renungkan diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang terjadinya bencana berupa meletusnya gunung Galunggung di Tasikmalaya pada tahun 1982; (2) Lirik lagu Kupu-Kupu Kertas diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang adanya lokalisasi di daerah Kramat Tunggak yang mencapai puncak kejayaan dan menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara; (3) Lirik lagu Masih Ada Waktu diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang terjadinya kecelakaan Kereta Api di Bintaro tahun 1987 yang merenggut banyak korban Jiwa; (4) Lirik lagu Elegi Esok Pagi diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang pengalaman masa mudanya dulu yang mencintai seorang gadis; dan (5) Lirik lagu Nyanyian Rindu diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang kerinduan terhadap puteri kecilnya ketika Ebiet berada di pulau Bali dan jauh dari putrinya. Hasil analisis kohesi gramatikal dan leksikal digunakan sebagai bahan ajar kebahasaan di kelas XII SMA sesuai dengan Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar (KD) 3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah, dan KD 4.4. Menulis cerita sejarah pribadi dengan memerhatikan kebahasaan.Kata Kunci: Lirik Lagu, Kohesi, Konteks Situasi dan Sosial Budaya
PENANDA DAN FUNGSI UJARAN SARKASME DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN SERTA PEMBELAJARANNYA DALAM TEKS CERAMAH DI SMA Siti Ngiyatul Lailiyah; Mursia Ekawati; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk (1) menghasilkan deskripsi penanda, fungsi, dan makna ujaran sarkasme para tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, dan (2) mengimplementasikan pembelajaran teks ceramah kelas XI SMA yang dikembangkan dari penanda, fungsi, dan makna ujaran sarkasme dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode observasi, teknik simak catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan referensial, dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), serta teknik lanjutan HBSP yakni teknik hubung banding dengan menyamakan hal pokok. Analisis data menunjukkan bahwa penanda yang paling banyak muncul dalam novel Cantik Itu Luka adalah penanda kontradiksi sentimental, yakni berjumlah 50 data dengan persentase 69,4%. Ujaran sarkasme kategori penanda hiperbola berjumlah 22 dengan persantese 30,6%. Ujaran sarkasme dalam novel ini didominasi oleh tuturan dialog, dan hanya ditemukan satu data yang terdapat pada tuturan monolog. Fungsi komunikasi ujaran sarkasme kategori penanda kontradiksi sentimental meliputi fungsi mengkritik, mengeluh, sentimen pribadi, menghina, jengkel, dan mengingatkan. Perbedaannya dengan sarkasme kategori penanda hiperbola dalam penelitian ini yaitu tidak ditemukan fungsi komunikasi mengeluh. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran teks ceramah kelas XI pada KD 3.6 menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah dan KD 4.6 mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memperhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat.Kata kunci: ujaran  sarkasme, Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan, dan teks ceramah
KOMPOSITUM PADA NAMA-NAMA MINUMAN TRADISIONAL DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DI SMA Destiana Rizqi Fauzia; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsi tipe-tipe kompositum subordinatif substantif pada nama-nama minuman tradisional dan menghasilkan pengembangan bahan ajar melalui kompositum subordinatif substantif pada nama-nama minuman tradisonal. Objek dalam penelitian ini berupa nama-nama minuman tradisional. Penyediaan data menggunakan metode simak (observasi) dan cakap (wawancara). Analisis data menggunakan metode dari Sudaryanto yaitu agih dan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Penyajian hasil analisis dengan metode deskriptif formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa tipe-tipe kompositum subordinatif substantif yang baru sebanyak tiga belas tipe. Pada nama-nama minuman tradisional didominasi oleh tipe leksem a nama tempat leksem b sebanyak 10 nama dan leksem a sasaran perbuatan leksem b sebanyak 5 nama. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar di SMA berkaitan dengan teks laporan hasil observasi. Hal tersebut sesuai dengan silabus Kurikulum 2013 KD 3.2 menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi dan KD 4.2 mengonstruksi teks laporan dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan baik lisan maupun tulis. Tipe-tipe kompositum pada nama-nama minuman tradisional dapat digunakan sebagai bahan ajar saat pembelajaran materi teks laporan hasil observasi.Kata Kunci: kompositum, nama-nama minuman tradisional, leksem, bahan ajar, teks laporan hasil observasi.
PERBANDINGAN AMANAT PUISI PERAHU KERTAS KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DENGAN NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI Ulfa Fakhiyatul Ailia; Yulia Esti Katrini; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dua karya sastra (novel dan puisi) yang mempunyai judul sama yaitu puisi Perahu Kertas karya Spardi Djoko Damono dengan novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Kedua karya sastra tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan amanat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh rincian perbandingan amanat puisi Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono dan novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan metode simak. Tekniknya yaitu teknik kutip catat. Analisisnya menggunakan teknik analisis dan interpretasi data. Dari penelitian ini dapat diperoleh simpulan mengenai persamaan dan perbedaan dalam amanatnya. Terdapat 11 persamaan amanat, sedangkan perbedaannya terdapat 15 perbedaan amanat. Salah satu persamaan amanatnya Sapardi Djoko Damono dan Dewi Lestari, sama-sama mengungkapkan bahwa sesama anggota keluarga dan manusia harus saling menjaga. Pada puisi Perahu Kertas, Sapardi menggambarkan Nuh yang mengajak dan menjaga umatnya dari peristiwa air bah. Dewi Lestari, menggambarkan Oma Keenan yang menjaga Keenan dari ganasnya musim dingin. Untuk perbedaannya, salah satunya yaitu ada puisi Perahu Kertas, terdapat amanat tentang seseorang berserah diri atau bertawakal kepada Tuhan setelah melakukan usaha. Pada novel Perahu Kertas tidak ditunjukkan adanya tawakal kepada Tuhan.Kata kunci: Perbandingan, Amanat, Puisi, Novel.
PERBANDINGAN FUNGSI GAYA BAHASA DALAM PUISI GADIS PEMINTA-MINTA KARYA TOTO SUDARTO BACHTIAR DENGAN PUISI KEPADA PEMINTA-MINTA KARYA CHAIRIL ANWAR Indah Khusnul; Yulia Esti Katrini; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Perbandingan Fungsi Gaya Bahasa dalam Puisi Gadis Peminta-minta Karya Toto Sudarto Bachtiar dengan Puisi Kepada Peminta- minta Karya Chairil Anwar dilatarbelakangi oleh adanya kemiripan judul antar kedua puisi. Kedua puisi ditulis untuk menaruh perhatian kepada kaum peminta-minta, akan tetapi kedua penyair memiliki gaya bahasa berbeda dalam menyampaikan pandangannya terhadap kaum peminta-minta. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan fungsi gaya bahasa yang terdapat dalam Puisi Gadis Peminta-minta Karya Toto Sudarto Bachtiar dengan Puisi Kepada Peminta-minta Karya Chairil Anwar. Metode dan teknik penyediaan data penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan yakni metode deskriptif analisis dan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini ditemukan 32 data dengan 6 fungsi gaya bahasa antara lain: untuk memberikan penekanan, untuk hiasan atau menimbulkan efek keindahan, untuk melebih-lebihkan pernyataan, menghidupkan objek mati, mengurangi monotoni kalimat, dan membandingkan dua hal.Kata Kunci: Perbandingan, Fungsi Gaya Bahasa,Puisi
PERBANDINGAN ALUR NOVEL 693 KM JEJAK GERILYA SUDIRMAN DAN FILM JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN PENDEKATAN MIMETIK Ambar Arumsari; Yulia Esti Katrini; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukan persamaan dan perbedaan dalam perbandingan alur novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman dan film Jenderal Soedirman dengan pendekatan mimetik serta menyusun langkah pembelajarannya. Pada pengumpulan data digunakan metode simak dan teknik catat, sedangkan dalam analisis data digunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik analisis mimetik. Analisis mimetik berarti menghubungkan peristiwa dalam karya sastra dengan peristiwa faktual di dunia nyata. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman dan film Jenderal Soedirman memiliki persamaan alur peristiwa sebanyak 22 peristiwa, sedangkan perbedaan keduanya yaitu pada novel 693 Km Jejak Gerilya Sudirman terdapat 33 peristiwa yang menunjukkan adanya peristiwa yang memiliki kaitan dengan kejadian dalam kehidupan nyata Jenderal Sudirman dan peristiwa perang gerilya, sedangkan pada film Jenderal Soedirman terdapat 27 peristiwa yang memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut, dan (2) penelitian ini dapat diterapkan pada kompetensi dasar 4.3 mengonstruksi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah dalam sebuah teks eksplanasi di SMA kelas XII.Kata kunci: alur, film, novel, pembelajaran
Aposisi dalam Kalimat pada Artikel Laporan Utama Majalah Tempo dan Implementasinya sebagai Materi Ajar Kebahasaan Teks Artikel di SMA Bondan Prakoso; Mursia Ekawati; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum lengkapnya bahasan aposisi dalam materi ajar buku teks bahasa Indonesia di SMA kelas XII dan bervaratifnya penggunaan aposisi dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan aposisi yang terdapat dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo dan menghasilkan materi ajar kebahasaan teks artikel yang berupa aposisi untuk SMA kelas XII. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data bersumber dari artikel laporan utama majalah Tempo versi digital dari edisi 5 Januari sampai 29 Juni 2019. Objek penelitian ini berupa aposisi. Data penelitian berupa kalimat yang termasuk ke dalam jenis aposisi. Data disediakan dengan metode simak dengan teknik pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan, yaitu metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) sebagai teknik dasar dan teknik lesap sebagai teknik lanjutan. Berdasarkan analisis dan pembahasan, didapatkan hasil penelitian. Pertama, dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo edisi 5 Januari-29 Juni 2019, ditemukan enam jenis aposisi. Enam jenis aposisi dalam kalimat yang ditemukan diperinci: (1) aposisi penuh, (2) aposisi sebagian, (3) aposisi sejajar, (4) aposisi bertingkat, (5) aposisi mewatasi, dan (6) aposisi takmewatasi. Kedua, hasil penelitian yang berupa aposisi dalam kalimat pada artikel laporan utama majalah Tempo dapat diimplementasikan sebagai materi ajar kebahasaan teks artikel pada KD 3.11 menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah di SMA kelas XII.Kata Kunci: aposisi, laporan utama, majalah Tempo, teks artikel, materi ajar
INTERFERENSI BAHASA JAWA KE DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR KECAMATAN TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG Zuliya Kurnia; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk dan jenis interferensi bahasa Jawa ke dalam pemakaian bahasa Indonesia siswa sekolah dasar serta sumbangsihnya dalam pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di sekolah dasar. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori-teori yang relevan dan data-data kebahasaan berupa kata, frasa, kalimat, leksikon, dan paragraf yang mengandung interferensi bahasa. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah murid sebagai informan serta karangan yang dihasilkan oleh siswa sekolah dasar, data diperoleh dari sekolah dasar di Kecamatan Tlogomulyo. Data kebahasaan tersebut diperoleh dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik hubung banding menyamakan hal-hal pokok (teknik HBSP). Hasil penganalisisan data tersebut ditemukan tujuh jenis interferensi bahasa, yaitu (1) Interferensi fonologi; (2) Interferensi morfologi; (3) Interferensi sintaksis; (4) Interferensi leksikal; (5) Interferensi ragam; (6) Interferensi arti; (7) Interferensi bahasa lisan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menghindarkan dan meminimalkan terjadinya interferensi bahasa Jawa ke dalam pemakaian bahasa Indonesia siswa sekolah dasar.Kata kunci: Interferensi, Bahasa Jawa, Siswa Sekolah Dasar, Temanggung
MAKNA SUBKATEGORI MODALITAS PADA KALIMAT LANGSUNG DALAM KUMPULAN CERPEN PILIHAN KOMPAS 2016 “TANAH AIR” Riza Annisa Aulia; Hari Wahyono; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyak ditemukan kalimat langsung yang mengandung makna subkategori modalitas dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Rumusan masalahnya, yaitu (1) apa saja subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air” dan (2) apa saja makna subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Adapun tujuan penelitian ini, yaitu (1) memperoleh deskripsi mengenai subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air” dan (2) memperoleh deskripsi mengenai makna subkategori modalitas pada kalimat langsung dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2016 “Tanah Air.” Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode simak dan teknik catat, sedangkan metode dan teknik yang digunakan untuk mengenalisis data yaitu metode deskriptif analitik dan teknik pilah unsur tertentu. Hasil penelitian ini ditemukan 5 subkategori modalitas, yaitu (1) modalitas intensional, (2) modalitas epistemik, (3) modalitas deontik, (4) modalitas dinamik, dan (5) modalitas deontik dan dinamik. Selanjutnya, juga ditemukan 11 makna subkategori modalitas, yaitu (1) keinginan, (2) ajakan, (3) kemungkinan, (4) keteramalan, (5) keharusan, (6) kepastian, (7) izin, (8) perintah, (9) kemampuan, (10) kemauan dan keakanan, dan (11) izin dan kemampuan.Kata kunci: makna, subkategori, modalitas, dan cerpen