Kebijakan merdeka belajar tentang asesmen kompetensi minimal (AKM) tidak dimaksudkan penentu kelulusan tetapi menjadi dasar perbaikan mutu pendidikan. Siswa akan diukur kemampuannya dari sisi pemahaman konten, proses dan konteks untuk mengukur kompetensi numerasi, literasi teks fiksi dan literasi teks informasi. Siswa harus dibiasakan menghadapi berbagai model soal AKM. Permasalahan yang teridentifikasi adalah kesiapan dan keterampilan para guru untuk memahami dan mengembangkan soal-soal. Tujuan studi ini menyiapkan pengetahuan dan keterampilan guru tentang AKM. Berdasarkan analisis situasi dan kondisi lapangan maka digunakan strategi lokakarya. Kegiatan dilakukan dalam 3 langkah yaitu In-1, Out, In-2 berlangsung dalam jaringan secara sinkronus – asinkronus – sinkronus memanfaatkan media komunikasi populer berupa zoom meeting, whatsapps, google drive dan google form setara dengan 32 jam. Lokakarya dikhususkan untuk mengembangkan soal-soal bidang studi mata pelajaran sesuai model AKM untuk mengukur literasi teks informasi. Hasil kegiatan menunjukkan para guru di lapangan masih memerlukan pengetahuan lebih banyak untuk dapat mengembangkan soal-soal model AKM, memerlukan keterampilan tambahan cara-cara menganalisis soal menggunakan teori tes klasik dan modern. Pengetahuan dan keterampilan tersebut penting untuk menemukan kelompok siswa yang memerlukan intervensi khusus, berkemampuan dasar, cakap, dan mahir. Selanjutnya, dapat mengambil tindakan perbaikan dan atau pengayaan pembelajaran pada masing-masing kelompokThe independent learning policy on minimum competency assessment (MCA) is not intended to determine graduation but is the basis for improving the quality of education. Students will be measured in terms of understanding content, process, and context to measure numeracy, fiction, and information texts literacies. Students must be familiarized with various models of MCA items. The problems identified were the readiness and skills of the teachers to understand and develop the questions. The purpose of this study is to prepare teachers' knowledge and skills about MCA. The workshop strategy was used do to based on the analysis of the situation and field conditions. The activity is carried out in 3 steps, i.e., In-1, Out, and In-2 equivalent to 32 hours. They take place in a synchronous - asynchronous - synchronous network using popular communication media, i.e., zoom meetings, whatsapps, google drive and google forms. The workshop is devoted to developing questions in the field of subject according to the AKM model to measure information text literacy. The results of the activity show that teachers still need more knowledge to be able to develop MCA model questions, requiring additional skills in ways of analyzing items using classical and modern test theory. Both are important to identify four groups of students who require special intervention, have basic, good and excelent skills. Furthermore, teachers can take corrective actions and or enrich learning in each group
Copyrights © 2022