Pijakan multikulturalisme yang berangkat dari identitas-identitas yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan bebas mengandaikan bahwa pertama-tama agama harus dipandang sebagai bentukan budaya, suatu realitas yang berangkat dari berbagai teks yang berupaya menciptakan makna-makna dan imajinasi baru. Negara yang masyarakatnya tidak dilandasi oleh semangat multikulturalisme, maka bentuk masyarakat yang dicapai adalah komunalisme. Masyarakat yang demikian mementingkan politik identitas (rekognisi identitas) bukan politik perbedaan (rekognisi pluralitas).
Copyrights © 2005