Gadis Arivia
Departemen Filsafat/FIB/Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Multikulturalisme: Re-imagining Agama Gadis Arivia
Refleksi Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25868

Abstract

Pijakan multikulturalisme yang berangkat dari identitas-identitas yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan bebas mengandaikan bahwa pertama-tama agama harus dipandang sebagai bentukan budaya, suatu realitas yang berangkat dari berbagai teks yang berupaya menciptakan makna-makna dan imajinasi baru. Negara yang masyarakatnya tidak dilandasi oleh semangat multikulturalisme, maka bentuk masyarakat yang dicapai adalah komunalisme. Masyarakat yang demikian mementingkan politik identitas (rekognisi identitas) bukan politik perbedaan (rekognisi pluralitas).
Multikulturalisme: Re-imagining Agama Gadis Arivia
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol 7, No 1 (2005): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v7i1.25868

Abstract

The foundation of multiculturalism, based on identities created from free choices, assumes that firstly, religion must be viewed as a cultural construct, a reality originating from various texts that seek to create new meanings and imaginations. In a society where multiculturalism is not embraced, the resulting form of society is communalism. Such a society prioritizes identity politics (identity recognition) over difference politics (pluralism recognition).