Jurnal Transportasi Multimoda
Vol 13, No 3 (2015): September

PENGEMBANGAN ANGKUTAN SHUTTLE DESTINASI WISATA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Herma Juniati (Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda)
Reslyana Dwitasari (Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2017

Abstract

Destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak terhadap pada tingginya tingkat kepadatan lalu lintas di kawasan destinasi wisata. Permasalahan yang dihadapi kondisi jalan menuju kawasan Gunungkidul yang belum memadai baik dari sisi geometrik dan lebar badan jalan khususnya pada obyek wisata alam pantai menyebabkan kemacetan panjang pada akses keluar masuk obyek wisata, bahkan bisa membutuhkan waktu yang cukup lama (+3 jam) untuk keluar dari obyek wisata. Untuk mengurangi kepadatan pada ruas jalan utama tersebut, perlu upaya untuk mendistribusi kepadatan lalu lintas dengan menggunakan moda angkutan penghubung (shuttle) yang berfungsi sebagai alat angkut utama bagi wisatawan untuk menuju lokasi wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kebijakan dalam menata sistem transportasi yang mendukung destinasi wisata dan penetapan lokasi transfer point dari/menuju destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul serta pengaturan lalulintas dari/menuju destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif dan pengembanagan rute shuttle bus dengan 3 (tiga) skenario. Hasil penelitian menunjukkan peluang pengembangan angkutan shuttle di Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi yang sangat besar, dikarenakan beberapa alasaan berikut: a) ketersediaan infrastruktur jaringan jalan menuju obyek wisata; b) potensi jumlah wisatawan sebagai calon pengguna (demand) angkutan shuttle cukup besar; c) dukungan kebijakan di sektor pariwisata daerah. Usulan rancangan jalur rute angkutan shuttle (angkutan penghubung) dari/menuju lokasi wisata di Kabupaten Gunungkidul: a) alternatif-1: jalur angkutan menerus (point-to-point) dari sepanjang lintasan menuju obyek wisata untuk melayani sekitar 15 obyek wisata; b) alternatif-2: jalur angkutan (point-topoint) dibagi dalam 3 zona/rute: rute sisi barat, sisi tengah, dan sisi timur serta masing-masing rute melayani 5 obyek wisata.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jurnalmtm

Publisher

Subject

Transportation

Description

Jurnal Trasportasi Multimoda adalah jurnal yang memuat publikasi yang berisikan hasil penelitian, kajian, review (hasil karyya asli) dan pemikiran ilmiah yang berfokus pada transportasi multimoda baik penumpang atau barang antarmoda, logistik, integrasi, konektivitas, berkelanjutan, dan kebijakan ...