Jurnal Administrasi Publik
Vol. 3 No. 8 (2015)

Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi Peran pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

Iman Heru Wicaksono (Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2015

Abstract

Abstract: Role of Local Government in Developing Agropolitan Base on Sustainable Development (studies on the role of the Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang in Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Kecamatan Poncokusumo in Kabupaten Malang is one of the strategic areas that are very appropriate for the development agropolitan, because there are some agricultural products that become the flagship of Poncokusumo such as fruits and vegetables. Development undertaken by stakeholders in agropolitan Poncokusumo tended to focus on the economic side and ignore the impact of social and environmental sectors. One development that tends to prioritize economic sector is the application of inorganic farming systems that have a risk of environmental pollution. Pollution caused by agricultural activities inorganic waste from the way management focused on increasing production regardless of environmental impacts. Hence then comes the organic farming system has benefits such as more environmentally friendly, economical value and can potentially enable higher social groups of farmers. Organic farming leads to the principles of sustainable development in which economic sectors can increase synergy with the social sector and the environmental sector.   Keywords: the role of government, agropolitan, sustainable development   Abstrak: Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi peran pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Kecamatan Poncokusumo di Kabupaten Malang merupakan salah satu kawasan strategis yang sangat tepat untuk pengembangan kawasan agropolitan, karena terdapat beberapa hasil pertanian yang menjadi unggulan dari Kecamatan Poncokusumo seperti buah dan sayuran. Pembangunan yang dilakukan oleh stakeholders di kawasan agropolitan poncokusumo cenderung hanya terfokus pada sisi ekonomi dan mengabaikan dampak sektor sosial dan lingkungan. Salah satu pembangunan yang cenderung memprioritaskan sektor ekonomi adalah penerapan sistem pertanian anorganik dan juga pembuangan limbah kotoran sapi yang mempunyai resiko pencemaran lingkungan. Oleh karena itu kemudian muncullah sistem pertanian organik yang mempunyai manfaat seperti lebih berwawasan lingkungan, nilai ekonomis yang berpotensi lebih tinggi dan bisa mengaktifkan kelompok sosial masyarakat tani. Pertanian organik mengarah pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dimana peningkatan sektor ekonomi bisa saling bersinergi dengan sektor sosial dan sektor lingkungan.   Kata kunci: peran pemerintah, agropolitan, pembangunan berkelanjutan

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan ...