Jurnal Administrasi Publik
Vol. 3 No. 9 (2015)

Efektivitas Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Studi Pengembangan Wisata Buatan di Kota Batu)

Jaya Pranata (Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang)



Article Info

Publish Date
20 Sep 2015

Abstract

Abstract: Effectiveness Coordination of Regional Development Planning Agency (Bappeda) with the Department of Tourism and Culture (Disparbud) (Study of Artificial tourism development in Batu City). To become an independent regional local governments do the construction through the development potential of the region one of which is tourism, as was done by the local government Batu Because this area has tourism potential is good enough and needs to be developed among them is artificial tourism. Many parties involved are related to tourism development of artificial Bappeda with Disparbud where both institutions have a very important function both in the planning, implementation and evaluation of programs. Both of these agencies are required to always coordinate so that the development can proceed smoothly and optimally. In this research focus of the problem is taken is associated with Disparbud Bappeda effective coordination in the development of artificial tourism in City of Batu. Research results show that inter-agency coordination is already well underway but the implementation is ineffective. This is due to several obstacles that occur as the busyness of each agency different, less precise in the delegation of employees to attend the coordination meeting, the disbursement of funds that are still sometimes delayed so that the schedule coordination is also delayed in implementation and the lack of human resources in the field of tourism. Keywords: Effectiveness , Coordination, Development of Tourism Abstrak: Efektivitas Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DisParBud) (Studi Pengembangan pariwisata Buatan di Kota Batu). Untuk menjadi daerah yang mandiri pemerintah daerah melakukan pembangunan  melalui pengembangan potensi daerah salah satunya adalah pariwisata, seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Batu Karena daerah ini mempunyai potensi wisata yang cukup baik dan perlu dikembangkan salah satunya adalah wisata buatan. Banyak pihak yang terlibat terkait pengembangan pariwisata buatan yaitu Bappeda dengan DisParBud dimana kedua instansi memiliki fungsi yang sangat penting baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program. Kedua Instansi ini diharuskan untuk selalu berkoordinasi agar pengembangannya bisa berjalan dengan lancar dan maksimal. Dalam penelitian ini fokus permasalahan yang diambil adalah terkait efektivitas koordinasi Bappeda dengan DisParBud dalam pengembangan wisata buatan di Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi  antar instansi ini sudah berjalan dengan baik tetapi dalam pelaksanaannya masih kurang efektif. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hambatan yang terjadi seperti kesibukan masing-masing instansi yang berbeda, kurang tepat dalam pendelegasian pegawai untuk mengikuti rapat koordinasi, pencairan dana yang masih terkadang molor sehingga jadwal koordinasi juga molor dalam pelaksanaannya dan kurangnya sumber daya manusia di bidang pariwisata.   Kata Kunci: Efektivitas, Koordinasi, Pengembangan Pariwisata.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan ...