Jurnal Administrasi Publik
Vol. 3 No. 11 (2015)

Pengelolaan Dana Sharing Produksi Kayu untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (Studi tentang Penerapan Co-management pada ‘Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat di Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Cepu Kabupaten Blora)

Andry Kurniawati (Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2015

Abstract

  Abstract: Management of Wood Production Sharing Fund to Improve Forest Village Community Empowerment (Study on Implementation Co-management in the Forest Resources Management System Collaborative in Perhutani KPH Cepu Kabupaten Blora)Indonesia as a country that has a fairly large forest area certainly has a great potential of forest resources . As a developing country , the forest is positioned as the natural resources exploited by the forest villagers . Forests need to be maintained and managed as well as the welfare of forest villagers . Blora has a large area of ​​forest that is 49.66 % of the total Blora Regency . Perum Perhutani KPH Cepu as one of KPH in Blora implement PHBM system in co-management since 2002. PHBM is inseparable from the production sharing timber that is the result of forest villagers. Management of timber production sharing collaborative co-management means between forest villagers and Perum Perhutani KPH Cepu. Besides sharing the use of funds carried out by mutual agreement to realize the empowerment of forest villagers .   Keywords : co-management, community empowerment, sharing of wood production Abstrak: Pengelolaan Dana Sharing Produksi Kayu untuk Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (Studi tentang Penerapan Co-management pada Sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat’ di Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Cepu Kabupaten Blora) Indonesia sebagai negara yang memiliki luas hutan cukup besar tentu memiliki potensi sumberdaya hutan yang besar. Sebagai negara berkembang, hutan diposisikan sebagai sumberdaya alam yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa hutan. Keberadaan hutan perlu untuk dijaga dan dikelola serta memperhatikan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Kabupaten Blora memiliki luas hutan yang besar yaitu 49,66% dari luas Kabupaten Blora. Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu sebagai salah satu KPH Kabupaten Blora melaksanakan sistem PHBM secara co-management sejak tahun 2002. PHBM tidak terlepas dari sharing produksi kayu yaitu bagi hasil untuk masyarakat desa hutan. Pengelolaan sharing produksi kayu dilakukan secara co-management artinya kolaboratif antara masyarakat desa hutan dan Perum Perhutani KPH Cepu. Selain itu penggunaan dana sharing dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat desa hutan.   Kata kunci: pengelolaan kolaboratif, pemberdayaan masyarakat, sharing produksi kayu

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan ...