Abstract : The Job Placement of Apparatus in Gresik Regency (Study of the Local Civil Service Agency and The Devision of Organization). Research background was that job placement of Apparatus in Gresik Regency was not optimum. The quality of employees for Job Placement of Apparatus was still low. Job analysis was not on target. Gresik regency lacked of the qualified employees.the Job Placement of Apparaturs in Gresik regency must be redesigned for batter understanding. Research type was descriptive with qualitative approach. The current job placement of Apparatus had been consistent to the decree of the head of National Eployment Agency No.37/2011 on Manual of Civil Servant Job Placement. However, the office that must be promoted into agency status was not yet subjected to job analysis. Form A in woek load analysis was not fielld. Employee demand was not effectively satisfied. The implementation job placement of apparatus by local employment agency was still poor. Job analysis must be reconsidered. Work load analysis should be rechecked. The implemented job placement of apparatus should be adjusted with examination result of local employment Agency.  Keywords: The job placement of apparatus, Local Government  Abstrak: Penataan Aparatur di Kabupaten Gresik (Studi Kasus pada Badan Kepegawaian Daerah dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik). Penelitian ini dilatar belakangi penataan aparatur di Kabupaten Gresik kurang optimal. Hal ini diidentifikasi dari kualitas pegawai dalam penataan aparatur masih terbatas, penggunaan analisis jabatan belum sampai sasarannya, dan Kabupaten Gresik mengalami kekurangan pegawai. Sehingga perlu adanya penataan aparatur di Kabupaten Gresik. Untuk mengetahui penataan aparatur di Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian penataan aparatur di Kabupaten Gresik sesuai Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 37 Tahun 2011 tentang Pedoman Penataan Pegawai Negeri Sipil. Namun, kantor yang naik menjadi badan belum dilakukan analisis jabatan kembali, terdapat Form A hasil analisis beban kerja belum terisi, perhitungan kebutuhan pegawai kurang efektif. Serta, masih adanya kelemahan implementasi penataan aparatur dari hasil yang telah dibuat oleh Badan Kepegawaian Daerah. Untuk itu, seharusnya perlu analisa jabatan kembali, pemeriksaan ulang hasil Analisis Beban Kerja, kemudian dalam implementasi penataan aparatur disesuaikan dengan hasil dari Badan Kepegawaian Daerah. Kata kunci: Penataan Aparatur, Pemerintah Daerah
Copyrights © 2016