Jurnal Administrasi Publik
Vol. 4 No. 12 (2016)

Implementasi Program Gemerlap Dalam Pengembangan Industri Konveksi (Studi pada Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)

Isnaini Zulfiah (Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang)



Article Info

Publish Date
20 Dec 2016

Abstract

Abstract: The Implementation Of GEMERLAP Programs In Development Of Industry Convection (Study in Tritunggal Village, Sub-district Babat, District Lamongan). This research background by Tritunggal village have potential industry convection and set as Center Industry Convection and Tourism Village of Shopping Convection. On that ground government determine Tritunggal village as one village get assistance GEMERLAP Programs. This research is descriptive research with qualitative approach and use data analysis interactive model by Miles, Hubberman and Saldana. Results this research is, grounded on standard and objective programs Tritunggal village into location criteria and program’s criteria, the process implementation programs Diskoperindag as thechnical implementers isn’t perform his function as supervisor in management assistance of showroom building, actors involved is Government (Bappeda and Diskoperindag), and The community craftsmen convection. Inhibiting factors implementation is still the standard product quality, lack participation community craftsmen convection, and management vagueness showroom. Keywords: implementation GEMERLAP Programs, development of industry convection   Abstrak: Implementasi Program GEMERLAP dalam Pengembangan Industri Konveksi (Studi Pada Desa Tritunggal, Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Desa Tritunggal yang mempunyai potensi dibidang industri konveksi dan ditetapkannya Desa Tritunggal sebagai Sentra Industri Konveksi dan Desa Wisata Belanja Konveksi. Oleh karenanya pemerintah menetapkan Desa Tritunggal sebagai salah satu desa yang mendapatkan bantuan Program GEMERLAP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis data model interaktif yang diajukan oleh Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian ini yaitu, berdasarkan standar dan tujuan program Desa Tritunggal masuk dalam kriteria lokasi dan kriteria penerima bantuan, dalam proses implementasi Diskoperindag tidak menjalankan fungsinya sebagai pembina dan pendamping dalam pengelolaan showroom, aktor yang terlibat adalah pemerintah (Bappeda dan Diskoperindag) dan masyarakat pengrajin konveksi. Faktor yang menghambat implementasi ini adalah kualitas produk masih standar, kurangnya partisipasi masyarakat pengrajin konveksi, serta ketidakjelasan pengelolaan showroom.   Kata kunci: implementasi Program GEMERLAP, pengembangan industri konveksi

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan ...