Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi auksin dan sitokinin pada induksi perbanyakan tunas mawar damaskus. Penelitian perbanyakan tunas menggunakan rancangan acak lengkap faktorial terdiri dari dua faktor yaitu variasi konsentrasi BA (1, 2, 3, dan 4 ppm) dan konsentrasi NAA (0,1; 0,3; 0,5 dan 0,7 ppm). Tunas lateral diinduksi pada media Murashige & Skoog dengan penambahan kombinasi BA dan NAA (16 kombinasi) selama enam minggu, yang diukur berdasarkan dua parameter yaitu rentang waktu muncul tunas pertama dan jumlah tunas. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan BA, NAA dan kombinasinya berpengaruh terhadap rentang waktu muncul tunas pertama, tetapi hanya BA yang berpengaruh terhadap jumlah tunas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kombinasi BA 3 ppm+NAA 0,3 ppm optimal untuk induksi rentang waktu muncul tunas pertama yakni 4 hari MST, sedangkan jumlah tunas terbanyak dihasilkan oleh BA 1 ppm dengan 7 tunas.This research aimed to know the optimation of auxin and cytokinin on damask rose multiple shoot induction. Shoot multiplication did by fledged random design factorial consist of two factors those were various BA concentration (1, 2, 3, and 4 ppm) and NAA concentration (0.1; 0.3; 0.5 and 0.7 ppm). Axillary shoots were induced on Murashige & Skoog medium supplemented with various BA and NAA combinations (16 combinations) for six weeks, measured based on two parameters, shoot initial timing and shoot numbers. Data was analized by two way anova and DMRT. The result showed that BA, NAA and it’s combination were significantly influenced on shoot initial timing induction, but only BA was significantly influenced on shoot numbers. Based on data analysis, 3 ppm+NAA 0,3 ppm BA combination was optimal for shoot initial timing induction in 4 days after plant and 1 ppm BA gave the highest shoot numbers with 7 shoots per nodal.
Copyrights © 2013