cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 219 Documents
AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA DAGING KERANG HIJAU (Perna viridis) DI MUARA SUNGAI BANJIR KANAL BARAT SEMARANG Wardani, Destia Ayu Kusuma; Dewi, Nur Kusuma; Utami, Nur Rahayu
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis kadar Timbal pada kerang hijau di muara sungai Banjir Kanal Barat Semarang serta mengetahui kelayakan kerang hijau untuk dikonsumsi. Penelitian menggunakan metode Purposive random sampling. Penelitian dilakukan di BBTKL PP Yogyakarta menggunakan metode AAS untuk menganalisisnya. Hasil yang didapat kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku untuk perairan laut dan kadar Timbal pada makanan. Keseluruhan hasil yang diperoleh untuk kadar Timbal pada kerang hijau pada Stasiun 1, 2, 3 dan 4 sebesar 1,18mg/kg, 1,17 mg/kg, 0,89 mg/kg dan 0,89 mg/kg. Hasil yang diperoleh masih di bawah ambang baku mutu yang berlaku yaitu sebesar 1,5 mg/kg. Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, kerang hijau yang terdapat di muara sungai Banjir Kanal Barat Semarang sudah terakumulasi logam Timbal meskipun kadarnya masih di bawah ambang batas seyogyanya tidak dikonsumsi karena sifat Timbal yang akumulatif, sehingga dapat membahayakan kesehatan.The aims research are to analyze the content of Lead on green mussels in estuaries along the West Flood Canal in Semarang and as well as find out the feasibility of green mussels to be consumed. The study used purposive random sampling method. The research testing is done in  BBTKL PP Yogyakarta use a method to analyse it AAS. The results were compared to the applicable standards for marine waters and Lead content in food. Overall the results obtained for Lead levels in mussels at Station 1, 2, 3 and 4 each 1,18 mg/kg, 1,17 mg kg, 0.89 mg/kg and 0.89 mg/kg. The results obtained are still below the applicable standard that is equal to 1.5 mg/kg. Based on the results of the research it can be concluded that, there are the green mussels in estuaries West Flood Canal in Semarang had accumulated metals timbale even still below threshold levels are unfit for comsumption, due to the nature of the lead accumulative so as to endanger the health.
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI CAGAR ALAM ULOLANANG KECUBUNG KABUPATEN BATANG Sulistyani, Teguh Heny; Rahayuningsih, Margareta; Partaya, -
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) di kawasan Cagar Alam (CA) Ulolanang Kecubung, Kabupaten Batang. Metode sampling dalam penelitian ini adalah metode garis transek di area hutan sekunder dan area padang rumput/semak CA Ulolanang Kecubung. Data pengamatan meliputi jenis kupu-kupu dan jumlah individu tiap jenis. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef (DMg), indeks kemerataan jenis (E) dan indeks Dominansi Simpson (D). Hasil pengamatan menunjukkan total kupu-kupu yang tercatat di kedua area adalah 121 jenis, terdiri dari lima familia Rhopalocera. Hasil analisis data menunjukkan bahwa area hutan sekunder secara umum memiliki nilai indeks keanekaragaman jenis Rhopalocera lebih tinggi (H’= 3,93) dibanding area padang rumput/semak (H’= 3,08). Familia kupu-kupu dengan jumlah jenis terbanyak di kedua area pengamatan adalah Nymphaldiae (54 jenis), sementara familia dengan jumlah individu terbanyak adalah Pieridae (461 individu).This research aimed to know the biodiversity of butterfly (Lepidoptera: Rhopalocera) of Ulolanang Kecubung Nature Preserve (NP) at Batang regency. Sampling method that used is line transect method in secondary forest and meadow areas of Ulolanang Kecubung NP. Monitoring data are include butterfly species and number of each species. Data is analyzed with Shanon-Wiener biodiversity index (H’), Margalef richness index (DMg), evenness index (E) and Simpson domination index (D). The result show that are recorded 121 butterfly  species that consist of five Rhopalocera families. Data analysis result showed that the biodiversity index of secondary forest area is higher (H’= 3,93) than meadow area (H’= 3,08). The butterfly family that has the greatest number of species in both areas is Nymphalidae (54 species), in the meantime the family which has the greatest number of butterfly individual is Pieridae (461 individual).
AKUMULASI KANDUNGAN LOGAM BERAT CHROMIUM (Cr) PADA IKAN BETOK (Anabas testudineus) YANG TERPAPAR LIMBAH CAIR TEKSTIL DI SUNGAI LANGSUR SUKOHARJO budiati, Septima Raras; Dewi, Nur Kusuma; Pribadi, Tyas Agung
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tekstil diikuti dengan semakin tingginya limbah yang dihasilkan. Limbah industri tekstil mengandung bahan pencemar yang sulit terurai di lingkungan.Sungai Langsur yang berada tepat dibelakang industri tekstil berpotensi sebagai tempat pembuangan limbah dari industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akumulasi kandungan logam berat Cr pada air dan ikan Betok (Anabas testudineus) di sungai Langsur Sukoharjo.Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan metode survai, dimana penetapan pengambilan sampel dengan teknikrandom sampling. Penempatan stasiun didasarkan atas perkiraan beban pencemar dan aktivitas yang terdapat di sepanjang aliran. Pengambilan data dilakukan sebanyak 1 kali dengan 5 sampel pada masing-masing stasiun. Stasiun terdiri dari tiga lokasi, stasiun I di pusat pencemaran, stasiun II 500m dari stasiun I, stasiun III 1000m dari stasiun I. Metode analisis kandungan Cr pada air dan ikan menggunakan AAS.Kadar logam berat Cr pada air masih dibawah ambang batas yaitu <0,0213 mg/l dengan baku mutu 0,05 mg/l. Pada ikan Betok mengandung rata-rata Cr 7,05 mg/kg melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, yaitu 2,5 mg/kg sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Masyarakat yang biasa mengambil ikan seyogyanya tidak mengkonsumsi ikan tersebut karena sifat logam berat yang bioakumulasi, biomagnifikasi, toksik, dan karsinogenik.Development of the textile industry is followed by the larger wastewater produced. Waste produced by the textile industry is containing pollutants which are difficult to decompose in the environment. Langsur River which is right behind the textile industry has great potential as a waste dump for the industry. The aim of this study is to determine the level of accumulation heavy metal Cr in water and inBetok fish (Anabas testudineus) in Langsur river, Sukoharjo.This research uses design exploratory with a survey method, where the determination of sampling with random sampling technique. Placement of stations based on the estimates of pollutant loads and activities located along the stream. Data collection was performed by 1 times with 5 samples at each station.Stationconsistsofthreelocations, the firststationinthe centralpollution, IIstation500mfrom thestation I, III1000mstationfrom the stationI .Cr content analysis methods at water and fish using AAS. Results of heavy metal Cr in water are still below the threshold that is <0.0213 mg/l with the quality standard of 0.05 mg/l. In Betok fish containing Cr with an average of 7.05 mg/kg exceeds predetermined threshold, ie 2.5 mg/kg that is not suitable for consumtion. People who used to take the fish should not eat the fish because of the nature of heavy metal bioaccumulation, biomagnification, toxic, and carcinogenic
PENGARUH INFUSA BANGLE PADA PROSES PERENDAMAN IKAN BANDENG TERHADAP JUMLAH BAKTERI Escherichia coli Tirtaningrum, Fitria Ayu; Bintari, Siti Harnina; Martuti, Nana Kariada Tri
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai dosis infusa bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) pada proses perendaman ikan bandeng terhadap jumlah bakteri Escherichia coli. Infusa bangle  merupakan hasil dari serbuk bangle yang dilarutkan dalam air. Sampel yang digunakan adalah 14 ekor ikan bandeng yang diperoleh dari tambak Tapak Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan, yaitu ikan bandeng direndam dalam infusa bangle dengan dosis 0%, 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5% dan 25%. Untuk mengetahui pertumbuhan bakteri, sampel ikan bandeng hasil pengenceran 10-5 dan 10-6 ditumbuhkan pada medium Endo Agar. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil perhitungan jumlah bakteri pada konsentrasi 25% adalah 1,0 x 106 CFU/ml, konsentrasi 12,5% adalah 2,2 x 107 CFU/ml dan kontrol adalah 2,8 x 108 CFU/ml. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan infusa bangle pada proses perendaman ikan bandeng berpengaruh terhadap penurunan jumlah bakteri Escherichia coli.The goal of this study is know the effect of various doses of infusion Zingiber cassumunar Roxb. on the immersion process milkfish to the number of bacteria Escherichia coli. Infuse Zingiber cassumunar Roxb. is the result of a powder that is dissolved in water. The samples used were 14 ponds milkfish obtained from fishpond in Tapak Tugurejo Semarang. This research is an experimental research with a completely randomized design were divided into 7 treatment groups, that is milkfish marinated in Zingiber cassumunar Roxb.  infusion at a dose of 0%, 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5% and 25%. To determine bacterial growth, dilution of the fish sampled at 10-5 and 10-6 grown on Endo Agar. The data have been obtained were analyzed with one-way ANOVA statistical method with 95% confidence level. The results of the calculation of the number of bacteria at a concentration of 25% is 1,0 x 106 CFU/ml, a concentration of 12.5% ​​is 2.2 x 10 7 CFU/ml and the control was 2.8 x 10 8 CFU/ml. From the results of this study concluded that the use of infusion bangle on milkfish immersion effect on decreasing the number of Escherichia coli bacteria
KAJIAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM ISI ULANG DI KABUPATEN BLORA Natalia, Lidya Ayu; Bintari, Siti Harnina; Mustikaningtyas, Dewi
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi dari air minum isi ulang di Kabupaten Blora semakin hari semakin meningkat. Depo air minum isi ulang (DAMIU) pada satu sisi mendukung upaya mewujudkan masyarakat sehat karena memperluas jangkauan konsumsi air bersih, tetapi pada satu sisi yang lain DAMIU menjadi cenderung bermasalah ketika dihadapkan dengan kepentingan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologis air minum isi ulang yang ada di Kabupaten Blora dengan metode Most Probable Number (MPN). Sampel yang digunakan adalah 25 depo air minum isi ulang yang berlokasi di setiap kecamatan, di Kabupaten Blora. Uji bakteriologis air minum isi ulang menggunakan metode MPN. Hasil uji MPN yaitu 24 sampel air minum isi ulang tidak terkontaminasi bakteri coliform, sedangkan 1 sampel air minum isi ulang terkontaminasi bakteri coliform. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kabupaten Blora menunjukkan hasil layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat, karena 24 air minum produk depo air minum isi ulang tidak terkontaminasi bakteri coliform, sedangkan 1 produk air minum isi ulang terkontaminasi bakteri coliform.Consumption of drinking water refill in Blora increasingly rising. Depo drinking water refill (DAMIU) on the one hand to support efforts to create a healthy society because it expands the range of water consumption, but on the other hand tend DAMIU becomes problematic when faced with business interests This study aimed to determine the bacteriological quality of refill drinking water that existing Blora with Most Probable Number (MPN) method . The sample used for this study 25 different refill drinking water depots located in every district, in Blora. Bacteriological testing of drinking water refill using theMost Probable Number (MPN). The result of  MPN was 24 samples of refill drinking water were not contaminated with coliform bacteria, whereas 1 sample of refill drinking water was contaminated with coliform bacteria. From this research we can conclusion that bacteorogical quality of refill drinking water in Blora was indicated that its proper to consume for people in Blora. For, 24 of 25 samples of refill drinking water were not contaminated with coliform bacteria, whereas 1 of 25 samples was contaminated with coliform bacteria.
STUDI OBSERVASI HIGIENITAS PRODUK TEMPE BERDASARKAN PERBEDAAN METODE INOKULASI Winanti, Ruri; Bintari, Siti Harnina; Mustikaningtyas, Dewi
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode inokulasi dalam pembuatan tempe yang baik sangat penting dan berpengaruh untuk menghasilkan produk tempe yang higienis dan bermutu baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang higienitas produk tempe berdasarkan perbedaan metode inokulasi (dicampur air dan tanpa dicampur air). Sampel yang digunakan adalah tempe berumur 36 jam yang diambil dari 12 Industri kecil menengah (IKM) di Desa Bandar Kabupaten Batang, IKM I sampai dengan VI menggunakan metode inokulasi dengan dicampur air dan IKM VII sampai dengan XII menggunakan metode inokulasi tanpa dicampur dengan air. Hasil penelitian menunjukkan jumlah Escherichia coli tertinggi yaitu 2,67x107 CFU/ml diperoleh dari IKM VI (metode inokulasi dicampur air), sedangkan jumlah Escherichia coli terendah yaitu 1,4x106 CFU/ml diperoleh dari IKM X (metode inokulasi tanpa dicampur air). Jumlah Bakteri asam laktat (BAL) terendah yaitu 1,66x107 CFU/ml diperoleh dari IKM VI (metode inokulasi dicampur air) sedangkan jumlah Bakteri asam laktat (BAL) tertinggi yaitu 2,96x107 CFU/ml diperoleh dari IKM X (metode inokulasi tanpa dicampur air). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada IKM tempe di Desa Bandar Kabupaten Batang, menggunakan metode inokulasi yang berbeda (dicampur air dan tanpa dicampur air) menunjukkan produk yang kurang higienis dengan hasil cemaran Escherichia coli lebih dari 10 sel/gr sehingga dapat dikatakan produk tempe ini tidak memenuhi SNI 2009.Inoculationsystem of good tempeh production very importand and took effect of hygienic and qualified Tempeh product. The purpose of this research was to find out about the hygiene of Tempe’s product towards difference inoculation method (mixed with water and unmixed with water). The sample that was used is Tempeh whose age 36 hours that was taken from 12 home industry (IKM) in the village Bandar regency Batang, IKM I to VI used inoculation method and IKM VII to XII used inoculation method unmixed with water. The result showed significant differences. It was showed by a higest number of Escherichia Coli was 2,67x107 CFU/ml the result from IKM VI (water mix inoculation method), whereas the lowest number of Escherichia Coli was 1,4 x106 CFU/ml the result from IKM X (water unmix inoculation method). Lowest number of Lactid Acid Bacterial (BAL) was 1,66x107 CFU/ml the result from IKM VI (water mix inoculation method), whereas the higest number of  Lactid Acid Bacterial (BAL) was 2,96x107 CFU/ml the result from IKM X (water unmix inoculation method). From the research could be concluded that IKM tempeh in the village Bandar regency Batang, used difference inoculation method (mixed with water and unmixed with water)show less hygienic product with Escherichia coli contamination of the results of more than 10 cells/gr so it can be said tempeh product does not meet ISO 2009.
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI EKOSISTEM MANGROVE WILAYAH TAPAK KELURAHAN TUGUREJO KOTA SEMARANG Afif, Jamaludin; Ngabekti, Sri; Pribadi, Tyas Agung
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki Ekosistem Mangrove yang terletak di Tapak Tugurejo. Ekosistem ini dikelilingi oleh berbagai industri dan kemungkinan besar membuang limbahnya ke lingkungan. Hal ini dapat berdampak pada keanekaragaman makhluk hidup di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos sebagai indikator kualitas perairan. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan 9 stasiun pengumpulan sampel. Sampel diambil sebanyak 3 kali dengan selang waktu 2 minggu. Data kemudian dianalisis menggunakan Indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menemukan 15 spesies makrozoobentos, yang didominasi oleh Cerithidea cingulata. Nilai Indeks Keanekaragaman pada ekosistem mangrove rendah (0,86). Kualitas perairan di ekosistem mangrove termasuk dalam kriteria mutu air kelas II.Semarang has mangrove ecosystem in the areal of Tapak Tugurejo. The ecosystem is surrounded by various industries and most probably these plants discharge the sewage to the environment. This might impact on the living creatures in the water. The research was aimed to investigate makrozoobenthos diversity as the indicators water quality. The purposive sampling was used to select 9 stations to collect the samples. The samples were taken three times with the interval of two weeks. Data were analyzed for the diversity index, evenness index, and dominance index. Result find that there were 15 species of macrozoobenthos, Cerithidea cingulata is dominated. The diversity index in mangrove ecosistem is low (0,86). The water quality in mangrove ecosystem include in criteria water quality class II.
RAM JET VENTILATION, PERUBAHAN STRUKTUR MORFOLOGI DAN GAMBARAN MIKROANATOMI INSANG IKAN LELE AKIBAT PAPARAN LIMBAH CAIR PEWARNA BATIK Putra, Defrianto Alfika; Lisdiana, -; Pribadi, Tyas Agung
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah cair pewarna batik terhadap laju kecepatan ram jet ventilation, struktur morfologi dan mikroanatomi insang ikan lele (Clarias batrachus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, sampel penelitian diambil dengan metode random sampling yaitu diambil sampel ikan sebanyak 40 ekor usia 2 bulan. Penelitian dilakukan dengan menambahkan  limbah cair pewarna batik berbeda konsentrasi pada akuarium yang berisi ikan  lele, konsentrasi yang digunakan  adalah kelompok 0 ppt (kontrol), 10 ppt, 15 ppt, 20 ppt, 25 ppt, 30 ppt dan 35 ppt  selama 12 hari. Pengambilan data untuk laju kecepatan ram jet ventilation dengan cara memperhatikan gerak operkulum ikan lele setiap 2 hari sekali selama 1 menit kemudian data dianalisis dengan Anava satu arah dan uji lanjut BNT. Struktur morfologi diamati warna insang. Gambaran mikroanatomi insang diperoleh dengan pembuatan preparat mikroskopis insang ikan lele. Data morfologi dan mikroanatomi insang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif.  Penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan nyata laju ram jet ventilation antar kelompok perlakuan. Insang tampak pucat dan menghitam serta mengalami edema dan hiperplasia lamela sekunder.This study aims to determine the effect of batik dye wastewater to the rate of speed of the ram jet ventilation , structure and morphology of gill mikroanatomi catfish ( Clarias batrachus ) . This research is an experimental study , samples were taken with a random sampling method that samples taken , 40 were caught fish age 2 months . The study was conducted by adding different batik dye wastewater concentrations in aquarium containing catfish , the concentration used was 0 ppt group ( control ) , 10 ppt , 15 ppt , 20 ppt , 25 ppt , 30 ppt and 35 ppt for 12 days . The rate of speed of data retrieval for ram jet ventilation by watching the motion operculum catfish once every 2 days for 1 minute and then the data were analyzed by one -way ANOVA and LSD test further . Morphological structures observed gill color . Preview mikroanatomi gills obtained by making microscopic preparations catfish gills . Mikroanatomi gill morphological data and analyzed by descriptive qualitative method . Research shows that there is a real difference between the rate of ram -jet ventilation treatment groups . Gills pale and black and edema and hyperplasia secondary lamella .
STRUKTUR KOMUNITAS DAN DISTRIBUSI IKAN DI PERAIRAN SUNGAI JUWANA PATI Purwanto, Hengky; Pribadi, Tyas Agung; Martuti, Nana Kariada Tri
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Juwana merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Kota Pati. Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana dapat mempengaruhi struktur komunitas dan distribusi ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survei, dimana penetapan stasiun pengambilan sampel dengan purposive sampling. Penempatan stasiun didasarkan atas perkiraan beban pencemar yang masuk ke sungai dan kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan di sepanjang sungai. Stasiun 1 berada di hulu sumber limbah pertanian, stasiun 2 berada di sumber limbah industri pabrik kacang, stasiun 3 berada di sumber limbah industri peleburan timah, stasiun 4 berada di hilir sumber limbah solar dari kapal nelayan (dekat muara). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dengan selang waktu 2 minggu. Hasil penelitian ditemukan 17 jenis ikan terdiri dari 13 jenis family. Distribusi spesies ikan di sepanjang Sungai Juwana keanekaragamannya rendah dikarenakan tidak merata distribusi penyebarannya dan cenderung ada spesies yang mendominasi pada setiap stasiun penelitian. Berdasarkan  kriteria tingkat pencemaran menunjukkan bahwa Sungai Juwana berada dalam kondisi tercemar ringan  sampai dengan cukup berat.Juwana River is the largest and longest river in Pati. The activities of the population in Juwana watershed can affect the structure and distribution of fish communities. This study uses an exploration design with survey method, where the determination of sampling stations was purposive sampling. The stations were determined based on the estimated pollutant loads entering the river and fishing activities  along the river. Station 1 was located upstream source of agricultural waste , industrial waste station 2 was the industrial waste and source bean plant, station 3 was source of waste tin smelting industry, station 4 in the downstream diesel fuel sources of waste from fishing boats ( near the liver ). Sampling was done 2 times with an interval of 2 weeks. The research found 17 species of fish consisting of 13 families. Distribution of fish species along Juwana River the lower diversity due uneven distribution tends to spread and there are species that dominate at each research station These valuen were influeced by criteria  based on contamination levels indicate that the river is polluted Juwana in a state of mild to quite severe.
UJI TOLERANSI TANAMAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.)TERHADAP CEKAMAN KADMIUM (Cd), TIMBAL (Pb), DAN TEMBAGA (Cu) PADA KULTUR CAIR Rosidah, Siti; Anggraito, Yustinus Ulung; Pukan, Krispinus Kedati
Life Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki respon fisiologis, anatomis, dan morfologis tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) terhadap cekaman logam berat: tembaga (Cu), kadmium (Cd), dan timbal (Pb). Uji dilakukan pada bulan Januari-April 2014. Sampel yang digunakan adalah tembakau umur 3-4 minggu yang dikecambahkan secara in vitro dan kemudian dipapar logam berat selama 14 hari. Desain penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan satu faktor: yaitu konsentrasi logam Cu (0 µM, 50 µM, 100 µM, 150 µM & 200 µM), Cd (0 µM, 50 µM, 100 µM, 200 µM & 300 µM), dan Pb (0 µM, 5 µM, 20 µM, 50 µM & 100 µM). Parameter yang digunakan antara lain: pertambahan panjang akar, pertambahan jumlah akar, akumulasi logam dalam akar, lokalisasi penimbunan dalam akar, dan warna daun. Bertambahnya konsentrasi logam menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan deposit logam pada jaringan akar dan gejala klorosis. Hasil uji Atomic Absorbtion Spectrosphotometry (AAS) menunjukkan semakin besar konsentrasi semakin banyak akumulasi logam pada jaringan akar. Akumulasi Cd pada konsentrasi 200 µM lebih besar dibanding pada konsentrasi 300 µM. Hal ini menunjukkan ada faktor lain selain konsentrasi seperti respon internal individu dan gangguan permeabilitas. Analisis kualitatif membuktikan bahwa cekaman Cu tidak berpengaruh signifikan terhadap warna daun, sedangkan pada cekaman Cd (100, 150 dan 200 µM) dan Pb (150 µM) daun mengalami klorosis. Secara umum pengaruh konsentrasi logam berat yang rendah seperti 50 µM Cu, 50 µM Cd, dan 5 µM Pb terhadap parameter fisiologis, anatomis, dan morfologis tidak berbeda nyata pada taraf 5 % dengan kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tembakau mampu mentoleransi cekaman logam pada konsentrasi yang rendah.This research investigated physiological, anatomical, and morphological responses of tobacco (Nicotiana tabacum L.) stressed by heavy metals: copper (Cu), cadmium (Cd), and lead (Pb).The experiment was conducted from January-April 2014. The samples used are three-four weeks tobaccos germinated by in vitro then were exposed to heavy metals for 14 days. This study used completed random design with single factor: concentrations of Cu (0 µM, 50 µM, 100 µM, 150 µM & 200 µM), Cd (0 µM, 50 µM, 100 µM, 200 µM & 300 µM), and Pb (0 µM, 5 µM, 20 µM, 50 µM & 100 µM. Further, stress response is analyzed based on several parameters includes root elongation, root number, metal accumulation and localization in root, and leaf color. The increased metals had caused growth inhibition, metal deposit in root tissue, and chlorosis symptoms. Atomic Absorption Spectrosphotometry (AAS) results showed that higher concentration will cause root tissue accumulate more metals. Yet 200 µM of Cd accumulated more than 300 µM Cd, so it could be suggested that there are other factors than concentration in determining metal absorbtion such as internal individual respon and membrane permeability disturbance. In other hand,qualitative analysis proved that chlorosis was not found in Cu treatment but consistently notified in high concentrations of Cd (100 µM up to 200 µM) and Pb (100 µM). However, the influence of lower metals concentration such as 50 µM Cu, 50 µM Cd and 5 µM Pband control treatment were not significantly different at the level of 5% in physiological, anatomical, and morphological responses. Therefore, it can be concluded that tobacco was capable to tolerate low concentration of metal stress.

Page 1 of 22 | Total Record : 219