Elektrokardiografi (EKG) merupakan alat yang paling sering digunakan untuk menegakkan diagnosis dini dan stratifikasi risiko pada pasien infark miokard akut (IMA). Iskemia derajat I digambarkan sebagai gelombang T yang tinggi disertai elevasi segmen ST < 0.1 mV. Pada iskemia derajat II terlihat elevasi segmen ST dengan gelombang T yang positif tanpa distorsi terminal QRS. Sedangkan pada derajat III tampak elevasi segmen ST, dengan gelombang T yang positif disertai distorsi bagian akhir kompleks QRS, yang berakhir dengan infark miokard lebih luas dan ancaman kematian yang lebih besar. Kejadian kardiovaskular yang sering menyertai IMA inferior adalah hipotensi, bradikardi, blok atrioventrikular (AV) derajat 3 (blok AV total), henti jantung, takikardi atau fibrilasi ventrikel. Semakin proksimal sumbatan, semakin luas infark yang terjadi, maka semakin tinggi pula angka kejadian kardiovaskular tersebut.
Copyrights © 2009