Indonesian Journal of Cardiology
Vol. 30, No. 2 Mei - Agustus 2009

Rasio Tinggi Titik J/Gelombang R Sebagai Prediktor Kejadian Kardiovaskular Pasca IMA Inferior

Anna Ulfah Rahajoe (Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta)



Article Info

Publish Date
18 Jun 2013

Abstract

Elektrokardiografi (EKG) merupakan alat yang paling sering digunakan untuk menegakkan diagnosis dini dan stratifikasi risiko pada pasien infark miokard akut (IMA). Iskemia derajat I digambarkan sebagai gelombang T yang tinggi disertai elevasi segmen ST < 0.1 mV. Pada iskemia derajat II terlihat elevasi segmen ST dengan gelombang T yang positif tanpa distorsi terminal QRS. Sedangkan pada derajat III tampak elevasi segmen ST, dengan gelombang T yang positif disertai distorsi bagian akhir kompleks QRS, yang berakhir dengan infark miokard lebih luas dan ancaman kematian yang lebih besar. Kejadian kardiovaskular yang sering menyertai IMA inferior adalah hipotensi, bradikardi, blok atrioventrikular (AV) derajat 3 (blok AV total), henti jantung, takikardi atau fibrilasi ventrikel. Semakin proksimal sumbatan, semakin luas infark yang terjadi, maka semakin tinggi pula angka kejadian kardiovaskular tersebut.

Copyrights © 2009






Journal Info

Abbrev

ijc

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Indonesian Journal of Cardiology (IJC) is a peer-reviewed and open-access journal established by Indonesian Heart Association (IHA)/Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) [www.inaheart.org] on the year 1979. This journal is published to meet the needs of physicians and other ...