“Adalah hak pribadi seseorang untuk menyebut dirinya sehat (klien) atau sakit (pasien) jantung, biarkanlah dokter membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang unik” (Makna paralel dari “Proklamasi” Kardiologi Sosial, 25 Juni 1993). Sehat secara keseluruhan yang telah dicanangkan WHO sejak didirikan 1946, yaitu “keadaan sehat yang komplit baik fisik, mental, dan sosial”, terus dilanjutkan dengan “bebas dari sakit atau keterbatasan/cacat”. Kemudian dimunculkan konsep “Kesehatan untuk semua” di Tahun 2010, 2020, dst. Belum ada definisi baru ketika kita sudah memasuki era biologi molekuler, yang dihubungkan dengan masalah individu dan sosial. Semakin kita menyadari pentingnya pengaruh genom dalam suatu penyakit dan menyodorkan konsep sehat, ternyata masih ada yang tidak mungkin, yaitu bebas dari faktor-risiko penyakit jantung. Karena gender pria dan umur lanjut termasuk faktor risiko.
Copyrights © 2009