Budhi Setianto
Divisi Prevensi dan Rehabilitasi, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jl. S Parman Kav 87 Jakarta 11420

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Jantung Sehat? Budhi Setianto
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 30, No. 1 Januari - April 2009
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v30i1.170

Abstract

“Adalah hak pribadi seseorang untuk menyebut dirinya sehat (klien) atau sakit (pasien) jantung, biarkanlah dokter membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang unik” (Makna paralel dari “Proklamasi” Kardiologi Sosial, 25 Juni 1993). Sehat secara keseluruhan yang telah dicanangkan WHO sejak didirikan 1946, yaitu “keadaan sehat yang komplit baik fisik, mental, dan sosial”, terus dilanjutkan dengan “bebas dari sakit atau keterbatasan/cacat”. Kemudian dimunculkan konsep “Kesehatan untuk semua” di Tahun 2010, 2020, dst. Belum ada definisi baru ketika kita sudah memasuki era biologi molekuler, yang dihubungkan dengan masalah individu dan sosial. Semakin kita menyadari pentingnya pengaruh genom dalam suatu penyakit dan menyodorkan konsep sehat, ternyata masih ada yang tidak mungkin, yaitu bebas dari faktor-risiko penyakit jantung. Karena gender pria dan umur lanjut termasuk faktor risiko.
Kejadian Kardiovaskular Mayor pada Perempuan Budhi Setianto
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 30, No. 1 Januari - April 2009
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v30i1.172

Abstract

Adalah menarik untuk membagi usia muda dan tua bagi seorang wanita dalam wawasan faktor risiko. Faktor risiko (usia) penyakit jantung koroner untuk pria adalah >45 tahun dan wanita >55 tahun, wanita terlambat 10 tahun dibanding pria karena berbagai teori, antara lain hormonal seperti estrogen dan ferritine. Danny SS membagi wanita dalam penelitiannya sebagai kelompok usia muda bila <55 tahun dan kelompok usia tua >55 tahun. Apakah wanita berumur 56 tahun sudah pantas dikelompok kan sebagai usia tua?
Pemulihan Laju Jantung pada Penyakit Jantung Hipertensi Budhi Setianto
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 29, No. 3 September - Desember 2008
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v29i3.181

Abstract

Penelitian disfungsi autonom menggunakan tes treadmil pada fase pemulihan laju jantungnya pada fenomena menurunnya heart rate recovery memang lazim.Kizilbash MA tahun 2006, telah menelitinya pada sindroma metabolik, menyimpulkan terjadinya disfungsi autonom pada komponen metabolik sindrom: tekanan darah, trigliserid, lingkar perut dan LDL-C.Dengan metode lainnya, yaitu standard deviation of RR intervals (SDNN), Wu JS telah melaporkan penelitiannya bahwa disfungsi parasimpatis telah ada pada normotensi dengan riwayat keluarga hipertensi, juga tampak pada pre-hipertensi dan hipertensi. Perubahan peranan syaraf otonom dengan penguatan simpatis lebih nyata pada kasus pre-hipertensinya.