Konflik lahan meninggalkan pengalaman buruk dan trauma bagi sekelompok masyarakat yang mengalaminya, salah satunya adalah anak-anak dan remaja Telukjambe, Karawang, Jawa Barat. Lahan tempat tinggal dan garapan orang tua mereka secara tiba-tiba diklaim pihak swasta. Kala itu, intimidasi dan ancaman, dari preman bayaran dan aparat kepolisian hampir tiap hari mereka dapatkan. Bahkan pengusiran pun mereka alami. Akibatnya, mereka harus kehilangan tempat tinggal dan hidup dipengungsian. Fokus kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan anak-anak korban konflik lahan dalam kegiatan storytelling, yaitu sebuah sarana yang digunakan untuk pemulihan trauma pada anak korban bencana, termasuk korban konflik lahan. Peserta pada kegiatan ini adalah anak-anak dan remaja eks korban konflik lahan di Telukjambe. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan keterampilan berkomunikasi sekaligus membantu memulihkan trauma anak-anak dan remaja eks korban konflik lahan Telukjambe. Metode yang digunakan adalah melakukan eksperimen, yaitu melaksanakan kegiatan storytelling kepada anak dan remaja eks korban konflik di Telukjambe, Karawang, Jawa Barat. Proses yang dilalui pada kegiatan ini yaitu melakukan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Kampung Pasir Ipis, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan berkomunikasi serta pulihnya trauma pada anak dan remaja eks korban konflik lahan di Telukjambe.
Copyrights © 2022