Artikel ini mengungkap bahwa Islam tidak mungkin bisa dipahami kecuali dengan jalan memahami bahasa arab, konteks turunnya perintah Islam di Arab, dan Nabi terkhir dari bangsa Arab. Islam dan Arab merupakan dualitas yang tidak bisa dipisahkan, seperti dua sisi pada sebuah koin. Sementara itu, ungkapan “Ambil Islamnya dan buang Arabnya” merupakan kalimat yang menganggab Islam dan Arab sebagai dualisme, sehingga harus dipisahkan demi mengambil kemurnian ajaran Islam itu sendiri. Dualisme adalah konsep filosofi yang menganggap bahwa terdapat dua entitas; fisik dan non-fisik pada suatu benda, sementara dualitas merupakan keadaan yang saling berhubungan satu dengan lainnya sehingga tidak bisa dipisahkan. Oleh sebab itu artikel ini berupaya mengungkap hubungan antara Islam dan Arab sebagai dualitas, dan mengungkap akibat pemisahan Islam dan Arab. Penelitian ini menggunakan metode literer dengan cara deskriptif fenomenologis dan pendekatan dualitas struktur Anthony Giddens. Adapun temuan yang diperoleh memperlihatkan kejumudan berfikir dalam memisahkan teks (ajaran Islam) dengan sejarahnya, dan membuka tafsir liar yang absurd terhadap teks keIslaman. Pada akhirnya, upaya memisahkan Islam dengan konteksnya bukanlah sebuah solusi pemurnian Islam, melainkan upaya menghilangkan Islam, seperti yang terjadi di Era Modern dalam sejarah filsafat yaitu keinginan memerdekakan manusia dari belenggu agama, justru membuat belenggu baru untuk manusia itu sendiri.
Copyrights © 2022