Proceeding Biology Education Conference
Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi

PENGEMBANGAN MODEL PENGELOLAAN KELAS UNTUK SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI KEKURANGAN GURU DI DAERAH PERBATASAN ATAU TERPENCIL DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Elsje Theodora Maasawet (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Oct 2013

Abstract

Dalam masalah distribusi guru misalnya, kita belum mampu untuk menyebarkan guru SD secara merata hingga ke pelosok tanah air. Padahal, jumlah guru SD secara keseluruhan tidaklah termasuk kurang. Akibatnya, terjadilah kekurangan guru secara lokal di mana-mana, khususnya di daerah kecil, sulit dan terpencil. Dalam masalah disparitas kualitas, basil belajar rata-rata murid SD di kota-kota besar umumnya jauh lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka di daerah terpencil. Mungkin yang lebih tepat dituding adalah karena kita belum menemukan teknik yang tepat untuk melakukan Pengelolaan Kelas Rangkap (PKR). Memahami hakikat atau esensi PKR, diharapkan tidak lagi memandang PKR sebagai suatu masalah yang sulit diatasi. Sebaliknya, dalam diri akan tumbuh pemahaman bahwa PKR adalah suatu tantangan yang pasti dapat diatasi. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini  adalah untuk mengetahui  cara pengelolaan kelas untuk Sekolah Dasar yang  mengalami kekurangan  guru di  daerah  perbatasan atau  terpencil Provinsi Kalimantan Timur yang terjadi selama ini, untuk mengetahui permasalahan apa yang terjadi dengan pola pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di Sekolah Dasar yang mengalami kekurangan guru di daerah perbatasan atau terpencil Provinsi Kalimantan Timur dan mengembangkan model untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di Sekolah Dasar yang mengalami kekurangan guru di daerah perbatasan atau terpencil provinsi Kalimantan Timur.Model pengembangan mengikuti model Dick&Carey dengan langkah-langkah melakukan identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, analisis karakteristik siswa, merumuskan indicator pembelajaran, mengembangkan butir tes, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan menyeleksi bahan ajar, merancang evaluasi formatif dan melakukan revisi bahan ajar. Model pengelolaan kelas yang sesuai untuk mengatasi permasalahan di SD pulau sebatik akibat mengalami kekurangan guru adalah model pengelolaan kelas 221 dalam artian guru mengajar dua kelas, dua mata pelajaran di dalam satu ruangan. Model ini dianggap sesuai dengan keadaan di pulau sebatik yang belum pernah menerapkan model pengelolaan kelas rangkap karena model pengelolaan 221 adalah model yang paling sederhana dari ketiga model dalam pengelolaan kelas rangkap.  Kata Kunci: Model, Pengelolaan Kelas, Sekolah Dasar, Kekurangan Guru, Perbatasan Terpencil

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

prosbi

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published ...