Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENERAPAN STRATEGI INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI VI KOTA SAMARINDA TAHUN PELAJARAN 2010/ 2011 Elsje Theodora Maasawet
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v2i1.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan kemampuan kerjasama dalam belajar biologi melalui penerapan strategi inkuiri terbimbing pada siswa kelas VII semester ganjil SMP Negeri 6 Kota Samarinda Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, dalam tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan, dalam tiap pertemuan peneliti dan observer mengamati kemampuan kerjasama siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII-6 SMP Negeri 6 Samarinda yang berjumlah 44 orang dari populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Samarinda yang berjumlah 343 orang. Hasil penelitian menunujukkan bahwa siklus I dari tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa sebesar 12,04%, siklus II dari tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa dalam belajar biologi sebesar 61,58% siswa yang mampu, dan pada siklus III dalam tiga kali pertemuan diperoleh rata-rata kemampuan kerjasama siswa sebesar 84,53% siswa yang mampu. Berdasarkan hasil anlisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kerjasama siswa dalam belajar biologi melalui penerapan strategi inkuiri terbimbing. Kata kunci:     inkuiri terbimbing, kemampuan kerjasama
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF SNOWBALLING PADA SEKOLAH MULTIETNIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SAINS BIOLOGI SISWA SMP SAMARINDA Elsje Theodora Maasawet
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2010): Mei 2010
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v1i1.181

Abstract

The educational world has recently shown that there have been more and more educational observers and practisioners who care about education, particularly in trying to imporve the quality of education. Samarinda is among many other cities in Indonesia that has an ethnical variety. The number of ethnics found to have inhabited Samarinda are: Javanese, Banjarese,  Buginese,  Kutainese,  Dayaks,  Bataks,  Ambonese,  Manadonese,  Chinese,  Butonese, and Maduranese. The ethnical variety can inevitably trigger different problems confronted by the community, particularly the students’ ethincial background at schools. Survey showed that the VIII grade SMP students’ learning results in Samarinda was was still low, The learning strategy that can facilitate these multi-ethnical students will be very helpful in improving their learning results. The learning strategy that can be applied upon multi-ethnical students is the Snowballing cooperative learning strategy. This study aims to find out the influence of the Snowballing strategy upon critical thinking, cognitive learning results, and both of them play role in developing social attitude of multi-ethnic SMP students in Samarinda.  Activites in the study consist of two stages: 1) survey research 2) the experiment-quasy research. Results of the Ancova tests indicated that there was a significant result of the Snowballing learning strategy upon the critical thinking, cognitive learning result and students. There was a significan influence of multi-ethnic condition upon critical thinking, cognitive learning result students. Javanese-ethnic students have the highest critical thinking ability and cognitie learning results compared to the their ethnic groups such as Banjarnese, Bugisnese, Kutainese and Dayaks. The SMP biology science teachers of Samarinda are suggested that they implement both snowballing cooperative strategies, as they have been proven to have been able to improve students’ critical thinking ability and cognitive learning results. Kata Kunci: Snowballing, Multietnik, Berpikir Kritis.
PENGEMBANGAN MODEL PENGELOLAAN KELAS UNTUK SEKOLAH DASAR YANG MENGALAMI KEKURANGAN GURU DI DAERAH PERBATASAN ATAU TERPENCIL DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Elsje Theodora Maasawet
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masalah distribusi guru misalnya, kita belum mampu untuk menyebarkan guru SD secara merata hingga ke pelosok tanah air. Padahal, jumlah guru SD secara keseluruhan tidaklah termasuk kurang. Akibatnya, terjadilah kekurangan guru secara lokal di mana-mana, khususnya di daerah kecil, sulit dan terpencil. Dalam masalah disparitas kualitas, basil belajar rata-rata murid SD di kota-kota besar umumnya jauh lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka di daerah terpencil. Mungkin yang lebih tepat dituding adalah karena kita belum menemukan teknik yang tepat untuk melakukan Pengelolaan Kelas Rangkap (PKR). Memahami hakikat atau esensi PKR, diharapkan tidak lagi memandang PKR sebagai suatu masalah yang sulit diatasi. Sebaliknya, dalam diri akan tumbuh pemahaman bahwa PKR adalah suatu tantangan yang pasti dapat diatasi. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini  adalah untuk mengetahui  cara pengelolaan kelas untuk Sekolah Dasar yang  mengalami kekurangan  guru di  daerah  perbatasan atau  terpencil Provinsi Kalimantan Timur yang terjadi selama ini, untuk mengetahui permasalahan apa yang terjadi dengan pola pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di Sekolah Dasar yang mengalami kekurangan guru di daerah perbatasan atau terpencil Provinsi Kalimantan Timur dan mengembangkan model untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada pembelajaran yang selama ini dilaksanakan di Sekolah Dasar yang mengalami kekurangan guru di daerah perbatasan atau terpencil provinsi Kalimantan Timur.Model pengembangan mengikuti model Dick&Carey dengan langkah-langkah melakukan identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, analisis karakteristik siswa, merumuskan indicator pembelajaran, mengembangkan butir tes, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan menyeleksi bahan ajar, merancang evaluasi formatif dan melakukan revisi bahan ajar. Model pengelolaan kelas yang sesuai untuk mengatasi permasalahan di SD pulau sebatik akibat mengalami kekurangan guru adalah model pengelolaan kelas 221 dalam artian guru mengajar dua kelas, dua mata pelajaran di dalam satu ruangan. Model ini dianggap sesuai dengan keadaan di pulau sebatik yang belum pernah menerapkan model pengelolaan kelas rangkap karena model pengelolaan 221 adalah model yang paling sederhana dari ketiga model dalam pengelolaan kelas rangkap.  Kata Kunci: Model, Pengelolaan Kelas, Sekolah Dasar, Kekurangan Guru, Perbatasan Terpencil