Hambatan belajar IPS sering dirasakan oleh siswa sekolah menengah pertama, sehingga banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran IPS karena dianggap sulit. Kesulitan belajar yang banyak dirasakan siswa dalam belajar IPS harus segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa Kelas VII E khususnya, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang tercermin dalam perolehan nilai evaluasi yang tinggi. Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) memberi tekanan pada latihan prestasi (achievement training). Anak-anak dibiasakan berikhtiar mencapai hasil kerja maksimal dan percaya diri akan kemampuannya. Dengan kata lain ia dibiasakan untuk bertanggung jawab dan menemukan maslah sendiri. Orang tua dan guru harus dapat mendorong anak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas tertentu dengan hasil pengamatan yang tinggi. Jika hasil pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna, orang tua dan guru haruslah memberikan reirforcement untuk mendorong penyelesaian tugas-tugas berikutnya, begitu seterusnya, sampai anak mencapai prestasi yang optimal. Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) merupakan suatu rangkaian yang saling terkait dan mendukung sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII E Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi dalam belajar IPS, hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) terdapat peningkatan yang signifikan rata-rata siklus I (72,12), meningkat pada siklus II (81,67), dan pada siklus III (87,58), sedangkan prosentase ketuntasan hasil belajar secara klasikal dari siklus I (71,73 %), meningkat pada siklus II (81,82 %), dan pada siklus III (87,88 %), sehingga ketuntasan secara klasikal pada siklus III tercapai.
Copyrights © 2022