Latar belakang: Ancaman persalinan prematur dapat terjadi pada usia kehamilan 22 – 37 minggu. Hal ini menjadi penyebab meningkatnya angka kematian dan kesakitan pada neonatus/bayi masih sangat tinggi di beberapa negara. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kelahiran prematur pemberian tokolitik.Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek antara Nifedipin dan Salbutamol sebagai tokolitik pada ibu hamil dengan ancaman persalinan prematur.Metode: Desain penelitian adalah cross sectional dengan metode simple random sampling. Hasil dan Pembahasan: Sampel terdiri dari 20 kelompok Nifedipin dan 20 kelompok Salbutamol. Analisis bivariat digunakan untuk menilai hubungan antara efek pemberian obat tokolitik terhadap kontraksi. Hasil menunjukan nilai yang signifikan (p=0,000) pada semua sampel, dimana mengalami penurunan kontraksi setelah diberikan nifedipin dan salbutamol. Hal ini sesuai dengan teori tentang mekanisme kerja tokolitik yang menghambat kontraksi otot polos.Kesimpulan: Nifedipin dan Salbutamol efektif dalam mencegah kontraksi pada ancaman persalinan prematur. Efek samping ditemukan pada penggunaan Nifedipin.Kata Kunci: Tokolitik, Nifedipin, Salbutamol, Ibu Hamil, Kardiotokografi
Copyrights © 2021