Mengapa hanya sedikit pustakawan kita yang menulis? Apakah menulis merupakan momok menakutkan yang sengaja dihindari oleh para pustakawan, walaupun nilai angka kreditnya relatif cukup besar? Atau, apakah tema atau pokok masalah yang bisa ditulis terbatas, klise, dari masalah teknis yang satu ke masalah teknis lainnya, sehingga semakin sedikit tema yang dapat menumbuhkan inspirasi untuk menulis? Tulisan ini sebagai upaya persuasif bagi rekan-rekan pustakawan untuk menyadari bahwa menulis itu bukan kegiatan yang mustahil dapat mereka lakukan. Menulis itu perlu dipaksakan dengan memberanikan diri untuk mencoba dan mencoba terus, trial and error, hingga akhirnya berhasil dilakukan dengan baik. Selain itu, tulisan ini juga dimaksudkan untuk meyakinkan rekan-rekan pustakawan bahwa banyak masalah atau topik di bidang kepustakawanan yang dapat ditulis dan dipublikasikan.
Copyrights © 2009