Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Vol. 19 No. 3 (2013)

Kresna Duta: Akar-Akar Kekerasan dalam Pertunjukan Wayang

Mikka Wildha Nurrochsyam (Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Balitbang, Kemdikbud Jalan Jenderal Sudirman-Senayan, Gedung E Lantai IX, Jakarta 12041)



Article Info

Publish Date
16 Sep 2013

Abstract

Violence occurred in everyday life, not knowing the limits of space, age, and social status. Violence can be done either individually or in groups. Violence can occur because of law or political legitimacy, and even violence can take the form of symbolic both structurally and culturally. This study aims to: 1) describe the forms of violence in the story of Kresna Duta that was held by Ki Nartosabdo, and 2) look for the roots of violence committed by the main characters in this story. This study uses a hermeneutic method,  the method of interpretation to uncover the roots of violence in the story of Kresna Duta. Results of research show that there are three roots of violence in this story, namely: the desire for power; desire to be fair, and the desire to moral duty. Furthermore, a solution to overcome the violence exemplified by the attitude of Kresna, through communicative action with dialogue and democratic attitude in the face of conflict. ABSTRAK Kekerasan terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tidak mengenal batas ruang, usia, dan status sosial. Kekerasan dapat dilakukan, baik individu maupun kelompok. Kekerasan dapat terjadi karena legitimasi hukum atau politik; bahkan kekerasan dapat mengambil bentuk simbolis, baik secara struktural maupun kultural. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kekerasan dalam kisah Kresna Duta yang digelar oleh Ki Nartosabdo dan 2) mencari akar-akar kekerasan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh utama dalam kisah ini. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutik, yaitu metode penafsiran sehingga terungkap akar-akar kekerasan dalam kisah Kresna Duta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga akar kekerasan dalam kisah ini, yaitu: hasrat untuk berkuasa; hasrat untuk bersikap adil; dan hasrat untuk membalas budi. Selanjutnya, solusi untuk mengatasi kekerasan dicontohkan oleh sikap Kresna yaitu, melalui tindakan komunikatif dengan dialog dan sikap demokratis dalam menghadapi konflik.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jpnk

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal ...