Kenyataan lapangan membuktikan bahwa terjadinya kesenjangan antara tujuan khusus pengajaran dengan apa yang dikerjakan guru Pendidikan jasmani di lapangan menyebabkan prestasi akademik tidak dinyatakan secara jelas. Penekanan evaluasi proses belajar mengajar di sekolah adalah pada evaluasi formatif dan sumatif, tanpa disadari bahwa berbagai penyimpangan dan kekurangan sering dialami guru pendidikan jasmani dalam merencanakan program pengajaran senam dan mentransformasikan ke dalam proses belakar mengajar. Pembuatan satuan pengajaran hanya menitikberatkan pada input, proses, dan produk untuk memperbaiki hasil belajar mengajar melalui pengajaran remedial dan belajar tuntas, tai kenyataannya prestasi akademik tidak dapat dinyatakan secara jelas (intangibel). Di samping itu, satuan pengajaran di sekolah seolah-olah dianggap baku, walaupun tiap sekolah berbeda dan dilaksanakan hanya sebagai pertanggungjawaban administrasi tanpa dievaluasi.
Copyrights © 2005