Manajemen pendidikan Islam perlu menangani masyarakat atau hubungan lembaga pendidikan Islam dengan masyarakat. Kita harus menyadari bahwa masyarakat memiliki peranan yang sangat penting terhadap keberadaan, kelangsungan, bahkan kemajuan lembaga pendidikan Islam. Setidaknya salah satu parameter penentu nasib lembaga pendidikan Islam adalah masyarakat. Di sini kepercayaan masyarakat menjadi salah satu kunci kemajuan lembaga pendidikan Islam. Ketika masyarakat memiliki kepercayaan terhadap lembaga pendidikan Islam, mereka akan mendukung penuh bukan saja dengan memasukkan putraputrinya ke dalam lembaga pendidikan tersebut, tetapi bahkan memengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Masyarakat memiliki posisi ganda, yaitu sebagai objek dan sebagai subjek yang keduanya memiliki makna fungsional bagi pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Sebagai contoh, disaat lembaga pendidikan Islam melakukan promosi penerimaan siswa baru maka masyarakat merupakan objek yang mutlak dibutuhkan. Sedangkan respon masyarakat terhadap promosi itu menempatkan mereka sebagai subjek yang memiliki kewenangan penuh untuk menerima atau menolaknya. Posisi masyarakat sebagai subjek juga terjadi ketika mereka menjadi pengguna lulusan-lulusan lembaga tersebut. Yayasan Mujahidin di Desa Trimulya di Kabupaten Konawe memiliki ke khasannya dalam manajemen Masyarakat Pendidikan Islam melahirkan dua peran yaitu peran dinamisator dan peran pencerah.
Copyrights © 2015