Penyakit demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, tahun 2006 berjangkitnya DBD telah tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Yogyakarta. Kasus DBD tahun 2013 pada Kelurahan Sorosutan terdapat 67 kasus dengan IR sebesar 67,6 %, sehingga menjadikan kelurahan Sorosutan berada pada posisi pertama untuk jumlah kasus penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan sosial (pengetahuan, sikap dan perilaku) dengan kejadian DBD di Kelurahan Sorosutan Kota Yogyakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel sebanyak 103 KK yang terdiri dari 17 RW di Kelurahan Sorosutan. Pengambilan sampel diperoleh dengan simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen ditentukan berdasarkan Rasio Prevalensi (RP) pada Confidens Interval(CI) 95%. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik demam berdarah dengue dipengaruhi oleh pengetahuan (0,021; RP=1,84), sikap (p=0,013; RP=2,02), dan perilaku (p=0,007; RP=1,97). Variabel yang ada hubungan secara statistik adalah variabel pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap kejadian DBD di Kelurahan Sorosutan Kota Yogyakarta Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, dan perilaku
Copyrights © 2017