Tujuan dari studi ini yakni mengeksplor implementasi kurikulum pada masa covid-19 untuk mengungkap tantangan dan peluang menghadapi pembelajaran di era kurikulum merdeka. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Mixed Method antara penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode survei. Data hasil survei diperoleh melalui angket, pencatatan dokumen dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah implementasi kurikulum di masa pandemi menggunakan kurikulum 2013 yang disederhanakan, implementasinya menggunakan pola pembelajaran yang berbeda secara luring maupun daring. Pembelajaran di sekolah terbagi dalam kategori tidak sekolah, 1-5 hari perminggu, dan 1-2 kal sebulan, semuanya memiliki presentase yang berbeda-beda. Sementara kondisi pembelajaran selama masa pandemi, yakni belajar mandiri di rumah tanpa teknologi belajar berada di kategori tinggi. Terdapat pemberian pelajaran tambahan oleh guru tentang materi pembelajaran yang belum di capai oleh peserta didik, guru memberikan tugas 1 semester cukup memadai berada pada presentase yang tinggi. Kemudian pola pembelajaran selama pandemi yakni membimbing pengerjaan soal/tugas berada pada ketegori tinggi. Sikap dan persepsi peserta didik terhadap pembelajaran di sekolah yakni kategori senang berada di tingkat yang paling tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh pada implementasi kurikulum di masa pandemi, implementasi kurikulum tersebut dapat mempresentasikan tantangan dan peluang pelaksanaan kurikulum merdeka.
Copyrights © 2022