perspektif Ibn âArabÄ«, yaitu simbiosis antara wujud dan walayah. Berangkat dari asumsi bahwa kedua konsep ini berdiri di atas pandangannya tentang Tuhan sebagai Wujud Mutlak dan Wali Sejati dalam artian yang sebenarnya, simbiosis di antara keduanya dilacak melalui pemikiran Ibn âArabÄ« tentang pertolongan Tuhan, kemunculan yang banyak dari yang Satu, dan cara Tuhan dalam mengatur semua wujud yang mungkin (mumkin al-wujÅ«d). Di akhir pembahasan didapati, bahwa simbiosis tersebut memang ada, dan bahkan tanpa campur tangan walayah-Nya semua wujud yang mungkin tidak akan pernah mengalami manifestasi luaran (outward manifestation).
Copyrights © 2013