Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ciri khas Wartegyang cenderungmemilikikesamaanorientasi visual, sekalipunberadadalamberbagaiwilayah. Penelitianinimengungkapkanpersoalan: (1) bagaimanakah estetika visual Warteg di Sekaran pada bentuk fasad, tata-ruang dalam, tata-saji dan visualisasi nameboardnya? (2) bagaimanakah estetika visual Warteg di Sekaran merepresentasikan identitas budaya melalui fasad, tata-ruang dalam, tata-saji dan visualisasi nameboardnya? Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan memusatkan pada riset lapangan, karena penelitian ini lebih banyak bersumber pada data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan, dengan latar penelitian berbagaiWarteg yang berada di sekitar kampus Unnes Sekaran-Gunungpati.Hasil yang diperoleh adalahsebagaiberikut. Pertama, semua bentuk penampilan fasad, tata-ruang, tata-saji, dan nameboard mencerminkan adanya suatu “keterbukaanâ€, “keterimaanâ€, pada siapapun, mempersepsikan manusia memiliki “kesetaraanâ€, mengetengahkan “egaliterisme†bagi siapapun. Semua bagian dari perbentukan Warteg yang selalu nampak tidak “berkelas†merupakan suatu cerminan “kesederhanaan†dari budaya yang membentuknya. Kedua, estetika visual Warteg memberikan representasi identitas budaya yang mencerminkan segala sikap dan perilaku kesederhanaan, keterbukaan, dan keterimaan, serta kesetaraan. Meneguhkan sebagai warung yang memiliki pangsa pasar menengah ke bawah, dengan pelayanan khas kedaerahannya, dan sistem pengelolaan “gotong-royong†dan “kekeluargaanâ€.This research is inspired by the existence of prevailing Warteg having similar visual orientation everywhere The Warteg is situated. This research propose two problems: (1) How is Wartegs visual aesthetic in term of the facade, interior design, product presentation and nameboard visualization of Warteg in Sekaran area ? (2) In what ways are the Wartegs visual aesthetic represent cultural identity through the facade, interior design, product presentation and nameboard visualization ? The research applies qualitative method focusing in field research with data obtained from various Warteg around UNNES campus in Sekaran-Gunung Pati. The result of the study showed the following, first, all performances physically of the Warteg reveal the sense of “familiarity†and “acceptance†toward everyone, that express the spirit “equalityâ€and “egalitarianismâ€. All parts of Warteg that are usually “unsophisticated†shows “simplicity†of culture that shape the characteristic of Warteg. Second, visual aesthetic of Warteg represents cultural identity revealing all attitudes and behaviour of simplicity “familiarity†and “acceptance†as well “equalityâ€. This condition strengthens the fact that Warteg the place of enjoy meals having consumer of middle and low level of society with particular local served and management system of family and “gotog-royong†orientation.
Copyrights © 2015