Mini-fiction is a modern prose that is present on Twitter with its uniqueness on the topics that are thrown at the readers. In fact, not all readers who provide comments follow the systematic writing of mini-fiction, whereas in terms of discourse integration, omission or differences in the title and the topic can be a problem. This study aims to analyze the coherence of comments given by readers on the topic of mini-fiction. This study uses a qualitative descriptive study using a critical discourse paradigm. The data source used was the @fiksimini account on Twitter during March 2020. Data collection was carried out using reading techniques and note-taking techniques in data cards. The data collection instrument is the researcher himself (human instrument) using the coherence relation parameter. The data analysis technique in this study used semantic and pragmatic equivalents in analyzing reader comments based on their coherence relationships. The data analysis stage was carried out in three stages, namely (1) word reduction; (2) data presentation; and (3) drawing conclusions. The results showed that the coherence between the topic of and readers' comments was 65.6%. The coherence relation tools found in the discourse are divided into (1) causation; (2) equations; (3) options; (4) conflict; (5) temporal; (6) objectives; (7) conditions; (8) comparison; (9) affirmation; (10) sequence; and (11) the situation Fiksi mini merupakan prosa modern yang hadir di Twitter dengan keunikan pada topik yang dilempar kepada pembaca. Faktanya, tidak semua pembaca yang memberikan komentar mengikuti sistematis penulisan fiksi mini padahal dalam keterpaduan wacana, penghilangan atau perbedaan judul dengan topik dapat menjadi sebuah masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koherensi komentar yang diberikan pembaca terhadap topik fiksi mini. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif dengan menggunakan paradigma wacana kritis. Sumber data yang digunakan adalah akun @fiksimini di Twitter selama bulan Maret 2020. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik baca dan teknik catat dalam kartu data. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri (human instrument) dengan menggunakan parameter relasi koherensi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan padan semantik dan pragmatik dalam menganalisis komentar pembaca berdasarkan relasi koherensinya. Tahap analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yakni (1) reduksi kata; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koherensi antara topik dengan komentar pembaca sebesar 65,6 %. Piranti relasi koherensi yang ditemukan dalam wacana dibedakan atas (1) sebab-akibat; (2) persamaan; (3) pilihan; (4) pertentangan; (5) temporal; (6) tujuan; (7) syarat; (8) perbandingan; (9) penegas; (10) urutan; dan (11) situasi.
Copyrights © 2022