Kemampuan penalaran siswa sangat diperlukan siswa baik dalam pembelajaran fisika maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan suatu metode yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran siswa dan perbedaan yang signifikan antara model Learning Cycle dan model konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Berdasarkan hasil uji gain didapatkan hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen sebesar 0.67 dan pada kelas kontrol sebesar 0.61 dengan kategori sedang serta hasil uji-t didapatkan thitung sebesar 2.65 Yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara model Learning Cycle dengan model konvensional. Berdasarkan analisis tersebut, disimpulkan bahawa model Learning Cycle dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa dengan kategori sedang serta ada perbedaan yang signifikan antara model Learning Cycle dan model konvensional. Reasoning ability is required of students in physicslearning and everyday life so we need a method that can improve students’ reasoning abilities. The purpose of this research to determine the improvement students’ reasoning abilities as well as significant differences between the Learning Cycle and conventional models. The research method used pretest-postest control group design. Based on the test result obtained cognitive learning gains 0.67 in experimental group and control group of 0.61 with medium category, as well as the t-test result of 2.65 which shows that there were significant differences between learning cycle models and conventional models. Based on the analysis, we can conclude that learning cycle models can improve students’ reasoning abilities with medium category and there are significant differences between the learning cycle models and conventional models.
Copyrights © 2013