Fokus artikel ini adalah fungsi simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA), Sleman, Yogyakarta. Paradigma yang digunakan untuk menganalisis subjek penelitian adalah fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi-partisipatoris, wawancara, dan dokumentasi data literer. Dalam artikel ini saya menyimpulkan bahwa simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa PPSPA tidak hanya sekedar memilki fungsi religi. Lebih jauh, simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa PPSPA merupakan sistem kebudayaan yang memiliki unsur-unsur yang sangat kompleks. Kompleksitas unsur-unsur tersebut sejalan dengan ragam fungsinya, baik sosial, kebudayaan, ekonomi, politik-kuasa, promosi, dan pendidikan. Antarunsur dan antarfungsi tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling terikat satu sama lain. Sehingga, aktivitas simaan al-Qur’an sebagai sebuah sistem kebudayaan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan psiko-biologis para santri-mahasiswa dalam menjalani kehidupannya. Kata Kunci: PPSPA, simaan al-Qur’an, kebudayaan, dan fungsionalisme.
Copyrights © 2017