Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan konsentrasi optimal ekstrak kulit ranting sengon dengan pelarut N-heksan, methanol, etil asetat pada bakteri Pseudomonas Sp, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Proteus sp dengan menggunakan metode in vitro. Metode in vitro yang dilakukan pada penelitian ini adalah Kirby bauer. Parameter yang diamati adalah zona hambat yang terbentuk, yaitu dengan mengukur diameter zona jernih di sekitar kertas cakram dengan penggaris. Konsentrasi yang digunakan pada penelitian ini sebesar 9%, 9.5%, 10%, 10.5%, dan 11%. Hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak kulit ranting sengon yang dilarutkan dengan beberapa jenis pelarut memiliki aktivitas antibakteri. Zona hambat terbesar ditunjukkan pada konsentrasi 10.5% ekstrak kulit ranting sengon dengan pelarut metanol terhadap bakteri Escherichia coli dengan diameter sebesar 10 mm. Disimpulkan bahwa ekstrak kulit ranting sengon dapat efektif menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas sp, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Proteus sp.
Copyrights © 2020