Dalam pengukuran pola pembelian konsumen masih sulit untuk dikenali oleh penjual sehingga dapat mengurangi tingkat penjualan para penjual di marketplace. Terlebih lagi pola pembelian ini bisa digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan strategi penjualan. Oleh karena itu diperlukan pengukuran mekanisme pembelian konsumen yang dapat berpotensi untuk melakukan pembelian secara berulang. Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan pengukuran metode Apriori. Pada studi kasus ini memiliki 9 kriteria yaitu Tertata dengan baik, Mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Tampilan sangat baik, Dapat dipercaya, Jelas, Lengkap, Sangat membantu/peduli, Aman, Nyaman, dapat dikolaborasikan menggunakan metode Apriori sehingga keterkaitan antara kriteria menjadikan proses pengukuran pola pembelian konsumen menjadi mudah. Hasil dari pengukuran ini menghasilkan dua rules, yaitu if choose C5 then choose C8 dengan support 87% dan confidence 152% dan if choose C5 then choose C6, C7 dengan support 87% dan confidence 152%. Sehingga dapat diketahui bahwa manfaat dari pengukuran ini seller atau penjual dapat memprioritaskan C5, C6, C7, C8 dimana kriteria tersebut adalah Jelas, Lengkap, Sangat Membantu dan Aman.
Copyrights © 2020