Persediaan yang sehat (healthy inventory) adalah merupakan sebuah indikator dari kesejahteraan finansial perusahaan. Persediaan yang tidak seimbang akan menyebabkan kekacauan perusahaan dalam bentuk terlalu banyak persediaan, atau tidak cukup persediaan, yang keduanya dapat menghancurkan pendapatan dari sebuah perusahaan. Mengendalikan persediaan yang tepat bukan hal yang mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan timbulnya dana menganggur yang besar (yang tertanam dalam persediaan), meningkatnya biaya penyimpanan, dan risiko kerusakan barang yang lebih besar. Namun, jika persediaan terlalu sedikit mengakibatkan risiko terjadinya kekurangan persediaan (stockout) karena seringkali bahan/barang tidak dapat didatangkan secara mendadak dan sebesar yang dibutuhkan, yang menyebabkan terhentinya proses produksi, tertundanya penjualan, bahkan hilangnya pelanggan. Risiko persediaan yang berlebihan dan menumpuk akan berpotensi kadaluarsa, rusak, atau hilang akan masuk dalam provisi material. Provisi adalah biaya yang diperkirakan akan menjadi tanggungan perusahaan dikarenakan adanya kesalahan atau permasalahan yang mungkin akan timbul kelak yang berhubungan dengan keberadaan stock barang. Tidak ada satupun perusahaan yang menginginkan membayar provisi pada akhirnya. Karena setiap rupiah pembayaran atas provisi yang terjadi merupakan kerugian langsung yang akan memotong profit yang dihasilkan. Sehingga diperlukan strategi yang tepat yang harus dilakukan untuk meminalisasi provisi tersebut.
Copyrights © 2021