Sistem penilaian kinerja yang dilakukan oleh PT. KMI saat ini berdasarkan pada absensi dan ingatan atasan terhadap sikap karyawan tersebut. Sistem penilaian saat ini menimbulkan ketidakpuasan karyawan karena prestasi kerja karyawan tidak termasuk dalam sistem penilaian prestasi kerja. Padahal penilaian ini berdampak pada pemberian insentif atau bonus. Penilaian kinerja berdasarkan KPI (Key Performance Indicator) dan Kompetensi (Behavior) dirancang untuk meningkatkan objektifitas penilaian kinerja, serta mengidentifikasi kelemahan karyawan dan merencanakan program pengembangan kompetensi karyawan. Penelitian ini dalakukan secara kualitatif dengan interview dan Focus Group Activity (FGD), dengan melakukan simulasi di bagian produksi. Berdasarkan hasil survey terhadap karyawan, didapatkan bahwa 85% menyatakan lebih puas dengan system penilaian yang baru dengan alasan lebih objektif dan transparan dan 15% menyatakan lebih suka dengan system yang lama. Hal ini karena dengan system yang baru, menuntut mereka harus menyiapkan data pendukung dalam penilaian karyawan
Copyrights © 2018