Tanaman hortikultura merupakan bahan pangan sangat dibutuhkan oleh tubuh karena memiliki nilai gizi yang penting sebagai sumber vitamin, mineral, protein dan karbohidrat. Komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tingkat permintaan terhadap komoditas ini cenderung meningkat dari waktu ke waktu, namun tidak didukung oleh peningkatan produksi. Hal tersebut diakibatkan oleh karena sebagian besar budidaya hortikultura dilakukan pada lahan marginal serta teknik budidaya yang tidak memadai. Kabupaten Muna, khususnya Kecamatan Watopute memiliki potensi luas lahan untuk pengembangan hortikultura, khususnya sayuran. Namun, lahan-lahan tersebut didominasi oleh lahan kering marginal yang perlu segera ditangani agar produktivitasnya meningkat. Bioteknologi pemupukkan berbasis organik seperti pupuk bokasi plus merupakan teknologi inovatif yang dapat meningkatkan ketersediaan produk pertanian khususnya hortikultura. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan program yang sangat tepat untuk mendiseminasikan bioteknologi inovatif tersebut, sehingga dapat diadopsi oleh masyarakat secara luas. Di sisi lain, sistem intercropping dapat meningkatkan efsisensi penggunaan lahan dan meningkatkan produksi tanaman per satuan luas lahan sekaligus menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman.
Copyrights © 2018