Teknologi asistif dibutuhkan anak hambatan penglihatan untuk mengakses pembelajaran daring selama pandemic covid-19. Penggunaan teknologi asistif tetap memperhatikan prinsip pembelajaran dan kebutuhan belajar sesuai dengan perkembangan kognitif siswa. Realitanya, belum diketahui pemetaan tipe teknologi asistif yang sudah digunakan, factor pendukung dan kendala yang dialami guru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi pemanfaatan teknologi asistif yang dapat mengakomodasi anak hambatan penglihatan dalam pembelajaran daring. Metode penelitian menggunakan survei. Teknik pengumpulan data melalui angket terbuka secara daring dan wawancara mendalam dengan jumlah subjek 80 guru SLB di Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen penelitian menggunakan pertanyaan tentang tipe teknologi asistif, faktor pendukung ketersediaan dan hambatan dalam pemanfaatan. Analisis data menggunakan statistic deskriptif kuantitatif dengan presentase untuk angket dan kualitatif dari data wawancara, disajikan dalam bentuk grafik yang dimaknai secara naratif. Hasilnya, pemanfaatan tipe low technology 82, 4%, middle technology 12,5% dan high technology 5,1%. Pendukung terbanyak dalam penyediaan teknologi asistif yaitu pemerintah sebesar 68,43%, sedangkan 18,2% dari sekolah dan 13,37% oleh keluarga. Hambatan terjadi karena alasan terbatasnya anggaran sekolah sebanyak 47,85% dan mahalnya harga alat yang akomodatif sebesar 18,94%. Data kualitatif mengungkap kebutuhan guru agar dapat merancang teknologi asistif sederhana dengan harga terjangkau namun tetap fungsional dan kontekstual.
Copyrights © 2022