JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022

MODEL EKSPONENSIAL UNTUK MEMPROYEKSIKAN PERSENTASE PEREMPUAN YANG PERNAH KAWIN DI BAWAH UMUR 17 TAHUN DI NTT TAHUN 2026

Melki Puling Tang (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Apr 2022

Abstract

Perkawinan merupakan anugerah Tuhan yang mestinya dihargai. Proses perkawinan merupakan interaksi biologis dimana interaksi tersebut mestinya berdampak positif dan tidak terkesan membebani keluarga. Perempuan yang pernah kawin di bawah umur (< 17 tahun) baik interaksinya berjalan sesuai kaidah yang berlaku dan atau pun kawin yang tidak menjurus kepada berumah tangga, sangatlah berdampak secara negatif dalam komunitas. Dampak yang akan dirasakan ketika perempuan kawin di bawah umur yaitu morak-mariknya rumah tangga yang akan dibina, masih ada ketergantungan yang sebagian besar mengharapkan keluarga, tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang terus meningkat. Jumlah populasi perempuan pernah kawin di bawah umur atau kawin dibawah umur 17 tahun di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari tahun 2016 sampai 2020 adalah: tahun 2016 sebanyak 5,55%, tahun 2017 sebanyak 6,67%, tahun 2018 sebanyak 5,06 %, tahun 2019 sebanyak 5,11%, dan tahun 2020 sebanyak 5,28% dan rata-rata jumlah populasi yang kawin dibawah umur (umur kurang dari 17 tahun) dari tahun 2016 sampai tahun 2020 sebanyak 5,53%. Proyeksi pada tahun 2026 jumlah populasi perempuan pernah kawin di bawah umur (umur kurang dari 17 tahun) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berdasarkan rumus model eksponensial , ketika t=10, maka Hal ini, berdasarkan model perhitungan model eksponensial mengalami peningkatan sebanyak . Hal ini akan berdampak pada lintas bidang yaitu meledaknya jumlah penduduk, kemiskinan, terganggunya stabilitas ekonomi, rendahnya tingkat pendidikkan, stabilitas keamanan dalam hal kekerasan dalam rumah tangga, kasus perselingkuhan dan lain-lainnya yang berdampak secara negatif. Hal ini akan berdampak pada lintas bidang yaitu meledaknya jumlah penduduk, kemiskinan, terganggunya stabilitas ekonomi, rendahnya tingkat pendidikkan, stabilitas keamanan dalam hal kekerasan dalam rumah tangga, kasus perselingkuhan dan lain-lainnya yang berdampak secara negatif. Perlu dilakukan sosialisasi atau pun strategi untuk dapat membatasi kondisi dimaksud, dalam hal ini mengurangi atau membatasi persentasi jumlah perempuan kawin di bawah umur 17 tahun.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

ED

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Arts Humanities Computer Science & IT Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan ...