Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya
Vol 6 No 01 (2008): June 2008

Auguste Comte Dan Ide Positivismenya

Udi Mufrodi Mawardi (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Jun 2008

Abstract

Sebagai ahli waris zaman renaissance, filsafat zaman modern memang bercorak "antroposentris", artinya yang menjadi pusat perhatian adalah alam, manusia, masyarakat, dan sejarah.' Hal ini kiranya dapat dilihat dalam perkembangan filsafat Francis pada abad ke 19 M. Filsafat itu berhubungan erat dengan usaha-usaha idealistis untuk memperbaiki keadaan masyarakat. Sesuai dengan cita-cita luhur revolusi Francis "kebebasan, persamaan, dan persaudaraan", dicanangkan suatu rencana "utopis" untuk masyarakat. Utopis berasal dari kata Yunani "utopia", artinya suatu negara teladan yang belum ada, tetapi yang berfungsi sebagai model yang mau direalisasikan dengan usaha bersama-soma Auguste Comte adalah filosof Perancis yang menekuni sosiologi. Bertotak dari sosiologi sebagai ilmu eksakta, is melihat bahwa perkembangan intelektual intelektual manusia ada tiga tahap, yaitu teologis, metrafisis, dan positif. Yang pertama diibaratkan oleh Aguste Comte sebagai kanak-kanak yang kedua sebagai pemuda, dan yang ketiga sebagai orang dewasa. Pada tahap yang terakhir inilah manusia menganggap bahwa yang berarti itu hanya proposisi analitik yang dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Pendapatnya yang demikian,dikenal dengan "positivisme", yaitu suatu teori yang menolak setiap bentuk metafisika. Mori ini berkembang di Inggris dan Mesir. Kata Kunci :aguste comte, pemikiran, positive

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

tsaqofah

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Tsaqôfah published twice a year since 2001 (June and December), is a multilingual (Indonesian, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic History and Culture. This journal is published by the Islamic History and Civilization Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, ...