Among a variety of traditional fabrics developed by Javanese, especially in Surakarta and Yogyakarta, is lurik. Lurik is derived from Javanese language which in terms of etymology is similar to lorek which means a line. Today society is more interested in modern clothes than traditional clothes like lurik.. However, recently there are many fashion designers who promote and introduce lurik to the young generation through fashion. This study aims to reveal the meaning or philosophy of the lurik motif and the allure of the lurik for fashion designers so that they are willing to promote lurik in their works in order to preserve local wisdom.Keywords: Lurik, Designer, Philosophy___________________________________________________________________ Masyarakat Jawa khususnya Surakarta dan Yogyakarta mengembangkan berbagai kain tradisional salah satunya kain Lurik. Lurik berasal dari bahasa Jawa yang secara etimologi dapat disamakan dengan kata lorek yang berarti garis. Masyarakat sangat terbuka dengan adanya kain modern yang berkembang sehingga kain lurik kian dilupakan, namun dewasa ini berkembang banyak perancang busana yang mengangkat dan memperkenalkan kain lurik kepada generasi muda melalui karya busana. Apabila dikaji lebih dalam, terdapat beberapa hal menarik yang dapat dibahas yaitu apa makna atau filosofi motif kain lurik serta apa yang menjadi daya tarik bagi perancang busana sehingga mengangkat kain lurik dalam karyanya sebagai pelestarian kearifan lokal.Kata Kunci: Kain Lurik, Perancang Busana, Filosofi
Copyrights © 2018