Daun tanaman bidara arab (Ziziphus Mauritiana Lam) dimasyarakat memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antiinflamasi. Tanaman bidara memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Ekstrak daun bidara arab diformulasikan menjadi sediian krim. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi sediaan krim ekstrak daun bidara arab pada mencit jantan putih. Ekstrak daun bidara arab dibuat sediaan krim dengan empat formula, formula 0 dengan kadar ekstrak 0 %, formula I dengan kadar ekstrak 5 %, formula 2 dengan kadar ekstrak 10 %, formula 3 dengan kadar ekstrak 15 %. Efektifitas antiinflamasi diuji menggunakan metode Inflammation-associated edema. Hewan uji digunakan sebanyak 30 ekor mencit jantan putih yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif (karagenin 2%), kontrol positif (krim voltadex), dan kelompok perlakuan krim ekstrak daun bidara arab F1, F2, dan F3. Pengamatan dan pengukuran volume tebal lipat kulit punggung mencit menggunakan jangka sorong digital dilakukan saat sebelum diinduksi dan setelah diinduksi karagenan 2%. Pengamatan penurunan volume tebal lipat kulit punggung mencit dilakuan setiap satu jam sekali selama 6 jam. Data yang didapat diolah dan dianalisa menggunakan one-way anova dan uji duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji sifat fisik krim semua formula memenuhi persyaratan uji sifat fisik krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji hedonik. Formula paling baik pada formula 3 dengan kadar ekstrak 15%. Hasil uji one-way anova menunjukan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (0,000,05). Hasil uji duncan menunjukan kelompok yang memberikan efektifitas antiinflamasi terbaik adalah formula 3 yang mengandung kadar ekstrak daun bidara arab 15%.
Copyrights © 2022