Kegiatan keagamaan mejadi suatu aktivitas yang dilakukan oleh individu sebagai manusia beriman. Hal tersebut menjadikan manusia memiliki makna tersendiri dalam kegiatan keagamaan yang dilakukan. Terutama pada komunitas Hidayatul Islamiyah yang terdapat di daerah Lidah Kulon. Komunitas tersebut telah terbentuk bersamaan setelah masjid hidyatul Islamiyah berdiri. Pada pandemi covid-19 membawa dampak signifikan terhadap aktivitas keagamaan yang dilakukan. Peraturan pemerintah yang menganjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi hal yang wajib dipatuhi. Kegiatan keagamaan yang dilakukan di masjid seperti shalat, kajian agama dan tadarus harus mengikuti prokol kesehatan. Hal tersebut berfungsi untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Kegiataan keagamaan yang dilakukan oleh komunitas Hidayatul Islamiyah memiliki makna tersendiri dalam melakukan aktivitas sebagai manusia yang beriman. Penelitian ini menggunakan analogi interaksionalisme simbolik Herbert Blumer dalam pemaknaan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh komunitas Hidayatul Islamiyah Lidah Kulon. Penelitian meggunakan metode kualitatif dengan mencari data penelitian obeservasi, wawancara, dokumentasi. Diharapkan dapat mengetahui makna dari kegiatan yang dilakukan oleh komunitas tersebut. Data kualitatif dianalisis dengan tahapan reduction, display, conclution. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada komunitas Hidayatul Islamiyah terdapat interaksi yang berlangsung antar anggota, sehingga muncul makna yang dihasilkan dari kegiatan keagamaan tersebut.
Copyrights © 2022