Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, yang telah membawa dampak pada terbatasnya pergerakan manusia akibat social distancing dan physical distancing, menjadikan teknologi informasi memiliki peranan yang sangat penting sekaligus sebagai solusi untuk mengatasi pembatasan tersebut. Pandemi COVID-19 menyebabkan pergeseran dan perubahan perilaku konsumen. Salah satunya ialah PT Sacco Indonesia atau yang sering dikenal sebagai Massimo Restaurant. Perusahaan dan juga restoran ini bergerak dalam bidang makanan Italia, baik berupa bahan dan juga makanan siap santap. Restoran atau perusahaan sempat kembali berjaya di awal tahun 2021, saat ini pendapatannya kembali menurun 2,07 persen dari pemasukan sebelumnya diakibatkan aturan terbaru PPKM darurat di Bali. Sektor rumah makan hanya bisa melayani take away, tidak boleh makan di tempat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk lebih meneliti bagaimana cara perusahaan PT Sacco Indonesia atau Massimo Restaurant dalam mengupayakan maupun memanfaatkan teknologi informasi sebagai kunci pemasaran mereka dalam situasi PPKM di wilayah Bali saat ini. Metode kegiatan ini adalah metode observasi dan wawancara. Hasil kegiatan terdapat beberapa upaya yang harus dilaksanakan oleh PT Sacco Indonesia dan juga Massimo Restaurant, yaitu dari segi layanan pengantaran makanan online lebih ditingkatkan untuk menggapai jumlah konsumen yang cukup tinggi dan juga memanfaatkan media informasi dalam pemasaran e-commerce. Selain itu untuk meningkatkan penjualan, perusahaan juga memberikan tips memasak pasta praktis di rumah dalam waktu lima menit sebagai daya tarik pembelian produk di PT Sacco Indonesia.
Copyrights © 2022