Penderita gangguan jiwa dapat menjadi beban tersendiri terutama pada diri sendiri, keluaga dan masyarakat.Salah satu upaya dukungan masyarakat yaitu dibentuknya kader kesehatan jiwa.Kader kesehatan jiwa memiliki peranan yang sangat penting sebagai mediator dari pelayanan kesehatan untuk melakukan penyuluhan, pencegahan, serta dukungan perawatan pada pasien gangguan jiwa.Kader kesehatan jiwa dalam menjalankan perannya tersebut terlebih dahulu harus mempunyai kondisi sehat baik secara jiwa dan raga, mendapatkan dukungan dari keluarga kader terutama pasangan.Tujuan penelitian adalah menganalisis pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik korelasi dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan jiwa Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo dengan tehnik total sampling sejumlah 25 orang yang telah mendapatkan pelatihan kader kesehatan jiwa sebelumnya sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Selanjutnya dilakukan tabulasi dan analisa data menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai ƥ = 0.000 < α 0.05,sehingga Ho ditolak dan H1 di terima artinya ada hubungan antara pola komunikasi pasangan dengan kinerja kader kesehatan jiwa. Salah satu bentuk dukungan keluarga terutama pasangan adalah komunikasi pasangan, komunikasi ini menjadi aspek penting dalam menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga, dan diperlukan agar kader kesehatan jiwa dapat merasa nyaman dan percaya diri dalam mengemban tugasnya dalam membantu keluarga dengan skizofrenia
Copyrights © 2019