Manusia dalam dunia filsafat tidak terlepas dari “menafsirkan” / “menginterpretasi” atau yang disebut dengan hermeneutika. Salah satu filsuf yang mengkaji hermeneutika tersebut adalah Hans Georg Gadamer (1900-2002) yang menawarkan konsep peleburan cakrawala. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih komprehensif bagaimana konsep peleburan cakrawala yang ditawarkan oleh Hans Georg Gadamer dalam bidang kajian hermeneutika filsafat. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi pustaka, sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah analisis kritik. Hasil dalam artikel ini adalah konsep peleburan cakrawala Hans Georg Gadamer menekankan bahwa cakrawala seseorang dimasa sekarang terjadi atas dasar cakrawala yang ia miliki di masa lalu, atau dengan kata lain cakrawala yang saat ini dimiliki oleh setiap orang merupakan hasil terbentuknya sebagai akumulasi berbagai cakrawala di masa lalu dalam gerak melingkar yang terus-menerus. Dan dalam sebuah peleburan cakrawala memiliki persimpangan konsep yang berbeda, seperti yang dikatakan Jean Grondin bahwa dalam memahami cakrawala pada masa lalu membutuhkan pengertian / pemahaman manusia terhadap cakrawala masa sekarang. Sehingga dari kedua konsep peleburan cakrawala tersebut tentu memiliki alasan-alasan tersendiri mana yang lebih diterima dan dibutuhkan oleh manusia di masa sekarang.
Copyrights © 2021