Pernikahan jarak jauh tentu membutuhkan banyak pertimbangan, misalnya dari sudut pandang komunkasi. Jika dua orang tidak dapat menjaga komunikasi yang baik satu sama lain, masalah jenis ini dapat menyebabkan konflik yang mengakhiri hubungan ditengah jalan, bahkan dengan resiko perselingkuhan yang paling tinggi. Namun sekali lagi, itu semua tergantung pada bijak tidaknya individu sebagai pasangan jarak jauh untuk manajemen konflik dalam hubungan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dengan observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya komitmen yang dijalani sedari awal menjalani hubungan pernikahan jarak jauh, sehingga setiap pasangan dapat menjaga komunikasi dalam hubungannya dan dapat manajemen konflik yang kadang timbul. Hasil penelitian ini di konfirmasi dengan menggunakan romantic relationship theory dan triangular theory of love.
Copyrights © 2022