Rendahnya hasil belajar siswa diakibatkan dengan penggunaan model pembelajaran yang monoton yang menimbulkan rasa bosan dan serta siswa tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Penjasorkes melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan siswa kelas VI yang berjumlah 30 orang siswa. Dalam penelitian ini data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan lembar observasi, metode analisis data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) nilai rata-rata aktivitas belajar mengalami peningkatan dari 52 pada hasil belajar prasiklus dengan kategori kurang aktif menjadi 71 dengan kategori cukup aktif pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 90 dengan kategori sangat aktif pada siklus II, (2) hasil belajar dinyatakan meningkat, hal dibuktikan terjadi perbedaan hasil belajar antara prasiklus ((jumlah 1692, rata-rata 56, daya serap 56%, ketuntasan belajar 17%), siklus I (jumlah 1175, rata-rata 73, daya serap 73%, ketuntasan belajar 63%) dan siklus II (jumlah 1275, rata-rata 80, daya serap 80%, ketuntasan belajar 100%). Terjadi peningkatan hasil belajar antara siklus I dan siklus II, menunjukan kenaikan rata-rata daya serap 7% dan pada ketuntasan belajar mengalami kenaikan sebesar 37%. Kesimpulan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siswa kelas VI SD Negeri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.
Copyrights © 2021