Saat ini, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan program Gerakan Literasi Sekolah, pertama jumlah buku yang tersedia masih sangat terbatas dan tidak variatif. Keterbatasan ini menjadi faktor penghambat siswa untuk mau membaca buku karena buku yang tersedia tidak sesuai dengan minatnya. Kedua, kurangnya minat siswa untuk membaca karena kegiatan membaca tidak menjadi kebiasaan sejak kecil yang ditumbuhkan oleh orang tua di rumah. Sejak tahun 2017, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pelaksanaan GLS di SD, menganalisa faktor pendukung dan penghambat pelaksaaan GLS, dan mendeskripsikan tahap GLS yang diterapkan. Penelitian ini adalah penelitian  deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini dilakukan terhadap 33 siswa kelas IV-1 SD dan partisipan penelitian ini adalah guru kelas IV-1. Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas IV-1 telah melaksanakan GLS sesuai jadwal, siswa sudah mulai menyukai membaca, namun buku yang tersedia masih sangat kurang sehingga pengalaman membaca siswa sangat terbatas. Faktor pendukung yang nampak adalah bahwa kepala sekolah mempunyai komitmen yang baik untuk melaksanakan kegiatan GLS, kemudian guru-guru dan siswa serta komponen sekolah yang lain juga menunjang untuk suksesnya kegiatan GLS di SD.
Copyrights © 2019