Kondisi di sekolah pada umumnya menunjukkan masih adanya ketimpangan peran gender dalam proses pembelajaran. Ketimpangan tersebut muncul pada berbagai aspek, antara lain adalah ketersediaan sarana sekolah yang kurang memperhatikan kebutuhan berimbang antara siswa laki-laki dan perempuan, sikap bias gender guru terhadap siswa, materi ajar yang tidak responsif, danĀ lingkungan belajar yang belum responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan responsif gender dan kesehatan reproduksi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan 7 guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan responsif gender dan kesehatan reproduksi yang diimplementasikan melalui merancang pelaksanaan pembelajaran yang responsive, mengintegrasikan pesan gender dan kesehatan reproduksi pada mata pelajaran, dan merancang hidden kurikulum efektif untuk memberikan pemahaman gender dan kesehatan reproduksi bagi siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2021